Sultan: Gaya Hidup Gemi Kunci Bebas Finansial di Era Digital
Sri Sultan HB X tekankan pentingnya gemi, nastiti, ngati-ati di era digital saat literasi keuangan tertinggal dari inklusi.
Bernadus Setya Ananda./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA — Menjadi CEO Sucor Sekuritas di usia yang masih sangat muda, Bernadus Setya Ananda sukses masuk dalam Forbes 30 Under 30 Asia bidang Financial and Venture Capital pada Maret 2021 lalu.
Sejak 2020, Aan, sapaan akrabnya, didapuk sebagai CEO Sucor Sekuritas. Prestasi yang diperoleh Aan tentu tidak diraih secara instan tetapi diperlukan kerja keras serta proses yang tidak mudah. "Saya ingin mengajarkan 10 juta anak-anak muda untuk belajar menjadi investor. Targetnya sampai 2023," katanya, akhir Januari lalu.
Saat ini, dia sudah memberikan edukasi kepada sekitar 60.000 orang anak-anak muda untuk menjadi investor di berbagai sekuritas. Saat masih menjadi mahasiswa, ia juga kerap mengikuti seminar-seminar ekonomi di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB).
"Saya mendorong agar anak-anak muda menjadikan investasi sebagai gaya hidup. Nah, sebelum menjadi investor maka perlu disiapkan tiga M dan satu D untuk berinvestasi atau perencanaan keuangan," katanya.
Apa saja 3M1D itu? Aan menjelaskan untuk melakukan perencanaan keuangan atau investasi, anak-anak muda harus memahami prinsip 3M1D. "Jadi 3M1D ini modal menjadi para calon investor, khususnya anak-anak muda untuk mengawali diri sebagai investor," katanya.
BACA JUGA: Konten Kreator Sherly Annavita Beri Motivasi Anak Milenial
M pertama, kata Aan mengubah mindset. Seorang investor, kata dia, harus memiliki mindset perencanaan keuangan atau investasi ini fokus untuk jangka panjang dan bukan jangka pendek. M yang kedua, lanjut Aan, adalah metode berinvestasi. Hal ini menjurus pada penguasaan pengetahuan untuk berinvestasi.
Menurutnya, untuk menjadi investor, anak-anak muda harus memiliki skill dan pengetahuan. "Pahami masalah makro ekonomi global dan dampaknya terhadap pasar domestik," kata Aan.
Sedangkan M yang ketiga, lanjut Aan adalah money management. Artinya, uang yang digunakan untuk investasi itu jangan dimasukkan uang dalam satu instrumen investasi tetapi harus membagi ke dalam beberapa instrumen.
"Kalau misalnya hanya diinvestasikan pada satu instrumen emas, jika harga emas turun maka orang akan mengalami penurunan nilai investasi," katanya.
Kondisi berbeda jika uang yang diinvestasikan dibagi ke beberapa instrumen. Jika nilai investasi di satu instrumen mengalami penuruna, maka penghasilan investor bisa ditopang dari instrumen lainnya.
Selain 3M, perlu ditambah prinsip 1D yakni disiplin. Calon investor, kata Aan harus membiasakan diri untuk disiplin membuat trading plan dan menyisihkan dananya untuk ditabung, menyiapkan dana darurat dan sebagainya.
Menurut Aan, generasi muda saat ini sekitar 79% tergantung dengan media digital dan 94,4% Ponselnya terkoneksi ke dunia Internet. Dia khawatir banyak generasi muda yang terjebak pada sisi negatif dunia Internet. "Makanya saya ingin mengajak anak-anak muda untuk menjadi investor dan menjalani gaya hidup yang positif," katanya.
Selain kerja keras, lanjut Aan, anak-anak muda juga didorong agar bisa bekerja secara cerdas. Menjadi investor juga harus tahu makro ekonomi dan sebagainya. Hal itu untuk menentukan kapan waktu entry dan exit yang baik saat bermain saham. "Kerja keras dan kerja cerdas harus dilakukan oleh anak-anak muda. Jangan terjebak pada kerja instan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan HB X tekankan pentingnya gemi, nastiti, ngati-ati di era digital saat literasi keuangan tertinggal dari inklusi.
Honor dikabarkan menyiapkan HP lipat layar lebar 7,6 inci dengan chipset 2nm Snapdragon 8 Elite Gen 6. Siap meluncur 2027.
Sindikat penipuan online modus asmara dan kripto palsu di Jateng raup Rp41 miliar. Polisi tetapkan 38 tersangka, 133 korban.
Kasus korupsi kredit fiktif di bank BUMN Banjarmasin rugikan negara Rp4,7 miliar. Tiga terdakwa dituntut 4,5 tahun penjara.
DPP Kota Jogja periksa 1.718 hewan kurban jelang Iduladha 2026. Semua dinyatakan sehat dan layak dijual di pasar tiban.
Rektor menekankan pentingnya kolaborasi dan kemampuan bekerja sama dalam menghadapi kompleksitas dunia modern. Keberhasilan lahir dari kerja tim, jejaring.