Rupiah Melemah ke Rp17.717 per Dolar AS, Tekanan Dolar Masih Kuat
Rupiah melemah ke Rp17.717 per dolar AS dipicu ekspektasi suku bunga The Fed tinggi lebih lama dan sentimen geopolitik global.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/5/2026). ANTARA/Fathur Rochman.
Harianjogja.com, JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keyakinannya bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali menguat dalam waktu dekat. Optimisme tersebut muncul seiring dengan penilaian bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi solid.
Menurut Purbaya, pergerakan IHSG yang sempat berada di kisaran level 5.900 dinilai hanya bersifat sementara dan berpotensi segera berbalik arah.
"Saya pikir sih, kalau lihat dari teknikalnya sih, minggu depan udah lari kencang," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Ia meminta pelaku pasar untuk tidak terlalu khawatir terhadap fluktuasi yang terjadi di bursa saham. Pemerintah, kata dia, akan terus menjaga stabilitas serta memperkuat fondasi ekonomi nasional agar tetap tumbuh berkelanjutan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemulihan atau rebound IHSG hanya tinggal menunggu waktu karena kondisi ekonomi nasional dinilai tetap kuat dan tidak menunjukkan pelemahan signifikan.
"Jadi tinggal tunggu waktu aja sampai, enggak lama kalau enggak salah, sampai harga IHSG akan rebound lagi," katanya.
Purbaya juga menekankan bahwa arah pergerakan saham pada dasarnya sangat dipengaruhi oleh kondisi fundamental perusahaan dan perekonomian secara umum. Ketika ekonomi membaik, maka kinerja perusahaan juga ikut terdorong naik.
"Itu akan dimulai oleh fundamental perekonomian. Kalau ekonominya bagus, profitability juga meningkat. Jadi harusnya sih, enggak mungkin kalau perusahaannya untung, sahamnya jatuh. Berarti, undervalued, beli aja pasti untungnya," ujar Purbaya.
Sementara itu, data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan IHSG pada penutupan Jumat sore justru menguat 67,11 poin atau 1,10 persen ke level 6.162,05. Penguatan juga terjadi pada indeks LQ45 yang naik 0,66 persen ke posisi 620,44.
Penguatan IHSG tersebut ditopang oleh sektor energi dan bahan baku (basic materials) yang mengalami rebound setelah sempat tertekan pada perdagangan sebelumnya. Hampir seluruh sektor tercatat berada di zona hijau.
Meski sempat melemah hingga menyentuh level 5.966,86 pada sesi perdagangan, IHSG berhasil berbalik arah dan ditutup positif. Kondisi ini memperkuat sentimen bahwa pasar masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan dalam waktu dekat, sejalan dengan optimisme pemerintah terhadap arah ekonomi nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rupiah melemah ke Rp17.717 per dolar AS dipicu ekspektasi suku bunga The Fed tinggi lebih lama dan sentimen geopolitik global.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja terbaru 23 Mei 2026. Tarif Rp8.000, rute Palur–Tugu, cocok untuk komuter dan wisata.
Normalisasi sungai di Jogja terhambat pemangkasan anggaran. BBWSO dan Pemkot andalkan kolaborasi untuk tangani Kali Code.
Skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026 resmi dirilis. Phil Foden dan Cole Palmer tak masuk, ini daftar lengkap 26 pemain pilihan Tuchel.
Pemadaman listrik massal di Sumatera picu keluhan warga. PLN akui gangguan sistem, namun pelanggan soroti minimnya respons.
DPRD DIY ungkap persoalan serius perfilman Jogja, dari perizinan hingga perlindungan pekerja. Raperda disiapkan untuk menata industri.