MA Tolak PK, Vonis Korupsi Selter Tsunami Lombok Tetap Berlaku
Mahkamah Agung tolak PK kasus korupsi selter tsunami Lombok. Vonis 6 tahun penjara tetap berlaku.
Dana Desa. - Ilustrasi Antara
Harianjogja.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada penutupan perdagangan akhir pekan ini. Rupiah melemah 50 poin atau sekitar 0,28 persen ke level Rp17.717 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan posisi sebelumnya di Rp17.667 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah terutama dipicu oleh menguatnya dolar AS di pasar global. Sentimen tersebut dipengaruhi ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari perkiraan sebelumnya.
“Pergerakan nilai tukar masih dipengaruhi penguatan dolar AS seiring meningkatnya ekspektasi bahwa kebijakan suku bunga tinggi Federal Reserve akan bertahan lebih lama,” ujar Amru di Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, pasar global saat ini masih dibayangi ketidakpastian geopolitik, terutama di kawasan Timur Tengah. Perkembangan negosiasi Amerika Serikat–Iran, potensi gangguan di Selat Hormuz, serta fluktuasi harga minyak dunia turut memperkuat permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven.
Selain itu, arah kebijakan The Fed, penguatan indeks dolar AS (DXY), serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga menjadi faktor utama yang menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Meski demikian, Amru menilai tekanan terhadap rupiah tidak akan terlalu dalam. Hal ini dipengaruhi langkah Bank Indonesia (BI) yang baru saja menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen dalam Rapat Dewan Gubernur pada 19–20 Mei 2026.
Kebijakan tersebut dinilai sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus meredam volatilitas di pasar keuangan domestik.
“Langkah BI ini diharapkan dapat menjaga daya tarik aset keuangan domestik dan menahan pelemahan rupiah lebih lanjut,” jelasnya.
Dari sisi domestik, pasar juga mencermati langkah lanjutan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah, termasuk intervensi di pasar valuta asing serta penguatan cadangan devisa. Faktor inflasi dan kondisi fundamental ekonomi nasional turut menjadi penentu arah pergerakan rupiah ke depan.
Sementara itu, data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga menunjukkan pelemahan rupiah ke level Rp17.717 per dolar AS, dari sebelumnya Rp17.673 per dolar AS.
Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar diperkirakan masih akan berhati-hati dalam menghadapi volatilitas global, terutama menjelang rilis data ekonomi Amerika Serikat dan perkembangan kebijakan The Fed berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mahkamah Agung tolak PK kasus korupsi selter tsunami Lombok. Vonis 6 tahun penjara tetap berlaku.
BGN menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak membagikan susu formula untuk bayi usia 0-6 bulan dan tetap mengutamakan ASI eksklusif.
Catcrs menggandeng market maker dan broker institusional untuk memperkuat likuiditas dan stabilitas perdagangan aset digital.
Arema FC menang 3-1 atas PSIM Yogyakarta di laga terakhir BRI Super League 2026. Joel Vinicius cetak gol cepat menit ke-2.
Operasi gabungan di Bantul mengamankan 2.060 batang rokok ilegal tanpa pita cukai di Pleret dan Banguntapan.
Komisi Yudisial memantau sidang dugaan pembunuhan mahasiswi di Pantai Nipah, NTB, untuk memastikan hakim menjalankan kode etik.