Cari Mobil Diesel Bekas? Ini 10 Pilihan yang Layak Dipertimbangkan
Mobil diesel bekas masih diminati karena tangguh dan irit. Simak 10 rekomendasi terbaik mulai Isuzu Panther hingga Toyota Fortuner dan Hilux.
Ilustrasi uang rupiah - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Nilai tukar rupiah kembali berada di zona merah pada awal perdagangan Kamis (25/6/2026). Pelemahan ini memperpanjang tren negatif mata uang Garuda yang sudah berlangsung selama empat hari perdagangan berturut-turut, sekaligus membawa rupiah semakin dekat ke level psikologis Rp18.000 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka melemah 11 poin atau 0,06% ke posisi Rp17.963 per dolar AS di pasar spot. Posisi tersebut hanya terpaut 37 poin dari level Rp18.000 per dolar AS yang selama ini dianggap sebagai batas psikologis penting bagi pasar.
Tekanan terhadap rupiah sebenarnya sudah terlihat sejak perdagangan sebelumnya. Pada Rabu (24/6/2026), rupiah ditutup melemah 93 poin ke level Rp17.952 per dolar AS. Bahkan sepanjang sesi perdagangan, pelemahan sempat mencapai 105 poin.
Sementara itu, data Refinitiv menunjukkan rupiah ditutup di level Rp17.925 per dolar AS atau melemah 0,50% dibandingkan hari sebelumnya. Dengan hasil tersebut, rupiah telah mengalami pelemahan selama empat hari perdagangan secara beruntun.
Penguatan dolar Amerika Serikat menjadi faktor utama yang membebani pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, tercatat naik 0,19% ke level 101,58. Bahkan indeks tersebut sempat menyentuh level 101,80, yang merupakan posisi tertinggi sejak Mei 2025.
Kondisi tersebut tidak hanya menekan rupiah. Sejumlah mata uang utama dunia juga mengalami pelemahan terhadap dolar AS.
Euro turun 0,21% menjadi US$1,1357 per euro. Poundsterling Inggris melemah 0,29% ke level US$1,3165 per pound setelah terbebani dinamika politik domestik. Sementara yen Jepang juga terkoreksi 0,13% ke posisi 161,78 yen per dolar AS.
Ekspektasi The Fed Jadi Pemicu
Pelaku pasar saat ini masih mencermati arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Meningkatnya ekspektasi bahwa bank sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) akan kembali menaikkan suku bunga menjadi pendorong utama penguatan dolar.
Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September mendatang mencapai sekitar 70%. Selain itu, investor juga mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan pada Desember.
Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi membuat investor kembali memburu aset-aset berbasis dolar AS.
Selain faktor moneter, ketidakpastian geopolitik global juga turut memengaruhi sentimen pasar. Perkembangan situasi di Timur Tengah masih menjadi perhatian investor, meski terdapat sinyal meredanya ketegangan setelah Amerika Serikat memberikan keringanan sanksi sementara kepada Iran selama 60 hari pasca pembicaraan damai awal.
Namun demikian, pelaku pasar masih menunggu kepastian mengenai keberlanjutan proses tersebut.
Rupiah Masih Berisiko Tertekan
Di sisi lain, investor juga menantikan sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat, termasuk inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) yang menjadi indikator favorit The Fed, serta data klaim pengangguran mingguan.
Analis Barclays memperkirakan dolar AS masih berpotensi melanjutkan penguatan dalam jangka pendek. Bahkan, dolar berpeluang mencatat tren kenaikan terpanjang sejak awal bulan.
Meski pemerintah telah menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun pada semester II 2026 untuk menjaga momentum pertumbuhan nasional, tekanan eksternal dinilai masih menjadi faktor dominan yang memengaruhi pergerakan rupiah.
Untuk perdagangan Kamis ini, sejumlah analis memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp17.950 hingga Rp18.020 per dolar AS. Dengan posisi saat ini yang semakin dekat ke level Rp18.000, pasar akan mencermati apakah rupiah mampu bertahan atau justru menembus batas psikologis tersebut dalam beberapa sesi perdagangan mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mobil diesel bekas masih diminati karena tangguh dan irit. Simak 10 rekomendasi terbaik mulai Isuzu Panther hingga Toyota Fortuner dan Hilux.
Neymar kembali membela Brasil setelah 980 hari absen dan menangis haru usai tampil di kemenangan Selecao atas Skotlandia pada Piala Dunia 2026.
Lisa BLACKPINK dirumorkan telah berpisah dengan Frederic Arnault setelah artikel Vanity Fair memicu spekulasi. Hingga kini belum ada konfirmasi resmi.
Prediksi Jerman vs Ekuador di Grup E Piala Dunia 2026. Jerman sudah lolos, sedangkan Ekuador wajib menang untuk menjaga peluang ke fase gugur.
HP Android memiliki masa dukungan perangkat lunak yang menentukan tingkat keamanannya. Simak cara cek status dukungan dan umur aman ponsel Anda.
Pedro Acosta resmi bergabung dengan Ducati Lenovo Team untuk MotoGP 2027-2028 dan akan menjadi rekan setim Marc Marquez menggantikan Francesco Bagnaia.