Jadwal Pemadaman Listrik di Jogja 16 Mei 2026, Cek Wilayah Terdampak
Jadwal pemadaman listrik Jogja 16 Mei 2026 di Sleman, Kota Jogja, dan Gunungkidul. Cek lokasi terdampak dan tips antisipasi.
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA — Sekitar 12% pengangguran di Indonesia saat ini didominasi oleh lulusan sarjana dan siploma. Besarnya jumlah pengangguran dari lulusan perguruan tinggi ini disebabkan tidak adanya link and match antara perguruan tinggi dengan pasar kerja.
"Kami masih punya PR [pekerjaan rumah] jumlah pengangguran lulusan sarjana dan diploma masih di angka 12 persen karena tidak adanya link and match," kata Menteri Tenaga Kerja (Menaker), Ida Fauziah saat berada di Grha Sabha Pramana UGM, Rabu (22/2/2023).
Menurut Ida, jumlah kelompok pekerja saat ini didominasi dari lulusan pendidikan SMP dan Sekolah Dasar. “Kelompok yang bekerja sebagian berpendidikan SMP ke bawah, justru yang menganggur lulusan SMK, diploma dan sarjana,” jelasnya.
Dia berharap program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) yang dilaksanakan Kemendikbudristek bisa mengurangi angka pengangguran dan banyak lulusan diploma dan sarjana yang diterima pasar kerja.
"Saya kira dengan program pemagangan dilakukan anak-anak sudah dipersiapkan siapa kerja sebelum lulus. Dengan MBKM mengurangi miss link and match, yang lulus hari ini tidak menambah pengangguran," ujarnya.
BACA JUGA: Pengangguran Lulusan SMK Ditengarai Akibat Banyak Anak Muda Pilih-pilih Pekerjaan
Meski begitu dia tidak menargetkan jumlah pengangguran yang bisa diturunkan dari program MBKM. Ida berharap program magang kerja bagi para mahasiswa bisa mengurangi kesenjangan antara lulusan perguruan tinggi dengan pasar kerja. “Kami berharap pengangguran semakin turun, tidak ada target khusus,” ujarnya.
PHK Buruh
Sementara terkait dengan banyaknya buruh yang menjadi korban PHK akibat terkena dampak penurunan ekonomi global sekarang ini, Ida mengatakan pemerintah belum memikirkan untuk memberikan subsidi upah seperti dalam tiga tahun terakhir.
Menurutnya subsidi upah saat itu diberikan karena adanya kondisi pandemi dan penyesuaian kenaikan harga BBM. Bantuan subsidi upah, pada 2020 dan 2021 karena terjadi pandemi dimana para buruh berkurang pendapatannya akibat banyak mereka yang dirumahkan.
"Lalu pada 2022 diberi subsidi upah karena ada penyesuaian kenaikan harga BBM, sehingga kami perlu membantu dengan subsidi upah, mudah-mudahan [tahun ini] tidak ada yang membuat upah teman-teman buruh jadi berkurang. Sebenarnya kebijakana itu mengikuti kondisi," katanya.
Meski ada ancaman resesi, imbuhnya, banyak negara yang memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap positif meski mengalami penurunan.
"Ekonomi Indonesia diprediksi turun tapi dianggap sangat baik dibandingkan negara lain, bisa tumbuh positif dan inflasi yang masih bisa terkendali. Meski ada penurunan tapi masih tumbuh positif," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal pemadaman listrik Jogja 16 Mei 2026 di Sleman, Kota Jogja, dan Gunungkidul. Cek lokasi terdampak dan tips antisipasi.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.
Pemkab Bantul memantau harga pangan usai rupiah melemah. Sejumlah komoditas lokal masih aman, warga diminta tidak panic buying.