Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat, Pertamina Siapkan Rantai Pasok SAF
Pertamina menyiapkan SAF berbasis minyak jelantah di Cilacap. Tantangannya kini memastikan pasokan UCO agar produksi berkelanjutan.
Kondisi Pasar Beringharjo saat puasa Ramadan, Kamis (6/4/2023)
Harianjogja.com, JOGJA—Tidak seperti tahun sebelumnya, penjualan fasyen di Pasar Beringharjo Kota Jogja hingga pekan kedua Ramadan masih sepi. Pegadang berharap saat masa libur mudik lebaran penjualan fasyen kembali bergeliat.
Nurhayati, salah seorang karyawan Vivi Fashion Lantai II Blok C Pasar Beringharjo mengatakan penjualan fasyen selama Ramadan tahun ini tidak sebaik tahun lalu. Selama puasa, omzet penjualan fasyen di tempatnya mengalami penurunan antara 30%-40%. "Ya kalau dibandingkan tahun ini dengan puasa tahun lalu [penjualannya], lebih baik tahun lalu," katanya kepada Harianjogja.com, Jumat (7/4/2023).
Dia pun tak tahu pasti penyebab penurunan penjualan fasyen pada puasa tahun ini. Dia menduga, pembelian fasyen untuk kebutuhan lebaran sudah dilakukan warga sebelum Ramadan. "Kemungkinan sudah membeli sebelum Ramadan ya. Yang jelas sejak puasa pertama hingga saat ini sepi [pembelian]. Kalaupun ramai, kondisinya saat akhir pekan," katanya.
Dia berharap, penjualan fesyen akan kembali menggeliat saat liburan lebaran hingga libur sekolah. Menurutnya, stok kebutuhan fasyen warga masih aman dan beragam untuk menyambut masa libur Lebaran dan sekolahan. "Memang ada kenaikan harga dari produsen tapi nggak terlalu tinggi, sekitar lima persen. Mudah-mudahan saat libur lebaran penjualan fasyen kembali naik," harapnya.
BACA JUGA: Viral Pria Jogja Pandu Turis Jelajah Beringharjo, Warganet: Inggrisnya Medok tapi Asik
Ketua Paguyuban Pedagang Beringharjo Barat, Ahmad Zaenul Bintoro mengakui adanya penurunan penjualan fasyen pada puasa tahun ini. Menurut pemilik toko Batik Bintoro ini, aktivitas penjualan fasyen di pasar tersebut menurun sejak awal puasa. "Ya penurunannya kalau dirata-rata bisa sampai 50 persen," katanya.
Lesunya penjualan fasyen, kata Bintoro, masih imbas dari pandemi Covid di mana kondisi perekonomian masyarakat belum pulih 100%. Diprediksi penjualan fasyen akan kembali meningkat saat masa libur lebaran dari H+2 hingya H+7 seiring kunjungan wisatawan yang diprediksi datang ke Jogja.
"Ya Pasar Beringharjo ini kan pasar wisata, jumlah kunjungan dan penjualan dipengaruhi juga oleh kunjungan wisatawan. Sejak puasa, kunjungan wisatawan turun ya terpengaruh. Ini berbeda dengan kondisi tahun lalu yang lebih ramai," katanya.
Selain busana muslim dan fasyen batik untuk persiapan lebaran, kata Bintoro, konsumen yang datang juga membeli kebutuhan fasyen anak-anak muda. Ia memastikan, harga yang diberikan pedagang di Pasar Beringharjo masih dalam taraf wajar. "Kami berkomitmen tidak ada pedagang yang nuthuk sehingga harga yang diberikan harga wajar. Kalaupun ada kenaikan karena dari produsen harga sudah naik," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pertamina menyiapkan SAF berbasis minyak jelantah di Cilacap. Tantangannya kini memastikan pasokan UCO agar produksi berkelanjutan.
Kesiapan penyelenggaraan hingga pengamanan menjadi perhatian dalam Rapat Koordinasi Panitia Pemilihan Kepala Desa Serentak 2026 tingkat Kabupaten Magelang di Ru
MotoGP Mandalika belum memiliki pembalap yang menang dua kali. Simak daftar pemenang balapan utama dan Sprint Race 2022-2025.
Tim Verval menemukan sejumlah catatan pembangunan gerai KDMP di 8 lokasi Bantul. Pengelola diberi waktu sekitar 3 bulan untuk memperbaikinya.
Final Indonesia vs Thailand di SUGBK melibatkan 67.000 tiket terjual. Simulasi menunjukkan perputaran uang bisa mencapai puluhan miliar.
20 merek China akan hadir di Paris Motor Show 2026. Tujuh model menjadi sorotan, dari Geely Monjaro EM-i hingga Zeekr 9X.