Korban Gempa Venezuela Tembus 1.430 Jiwa, 300 Susulan Terjadi
Korban gempa Venezuela capai 1.430 jiwa, lebih dari 300 gempa susulan terjadi, ribuan warga luka dan kehilangan tempat tinggal.
Kondisi Pasar Beringharjo saat puasa Ramadan, Kamis (6/4/2023)
Harianjogja.com, JOGJA—Tidak seperti tahun sebelumnya, penjualan fasyen di Pasar Beringharjo Kota Jogja hingga pekan kedua Ramadan masih sepi. Pegadang berharap saat masa libur mudik lebaran penjualan fasyen kembali bergeliat.
Nurhayati, salah seorang karyawan Vivi Fashion Lantai II Blok C Pasar Beringharjo mengatakan penjualan fasyen selama Ramadan tahun ini tidak sebaik tahun lalu. Selama puasa, omzet penjualan fasyen di tempatnya mengalami penurunan antara 30%-40%. "Ya kalau dibandingkan tahun ini dengan puasa tahun lalu [penjualannya], lebih baik tahun lalu," katanya kepada Harianjogja.com, Jumat (7/4/2023).
Dia pun tak tahu pasti penyebab penurunan penjualan fasyen pada puasa tahun ini. Dia menduga, pembelian fasyen untuk kebutuhan lebaran sudah dilakukan warga sebelum Ramadan. "Kemungkinan sudah membeli sebelum Ramadan ya. Yang jelas sejak puasa pertama hingga saat ini sepi [pembelian]. Kalaupun ramai, kondisinya saat akhir pekan," katanya.
Dia berharap, penjualan fesyen akan kembali menggeliat saat liburan lebaran hingga libur sekolah. Menurutnya, stok kebutuhan fasyen warga masih aman dan beragam untuk menyambut masa libur Lebaran dan sekolahan. "Memang ada kenaikan harga dari produsen tapi nggak terlalu tinggi, sekitar lima persen. Mudah-mudahan saat libur lebaran penjualan fasyen kembali naik," harapnya.
BACA JUGA: Viral Pria Jogja Pandu Turis Jelajah Beringharjo, Warganet: Inggrisnya Medok tapi Asik
Ketua Paguyuban Pedagang Beringharjo Barat, Ahmad Zaenul Bintoro mengakui adanya penurunan penjualan fasyen pada puasa tahun ini. Menurut pemilik toko Batik Bintoro ini, aktivitas penjualan fasyen di pasar tersebut menurun sejak awal puasa. "Ya penurunannya kalau dirata-rata bisa sampai 50 persen," katanya.
Lesunya penjualan fasyen, kata Bintoro, masih imbas dari pandemi Covid di mana kondisi perekonomian masyarakat belum pulih 100%. Diprediksi penjualan fasyen akan kembali meningkat saat masa libur lebaran dari H+2 hingya H+7 seiring kunjungan wisatawan yang diprediksi datang ke Jogja.
"Ya Pasar Beringharjo ini kan pasar wisata, jumlah kunjungan dan penjualan dipengaruhi juga oleh kunjungan wisatawan. Sejak puasa, kunjungan wisatawan turun ya terpengaruh. Ini berbeda dengan kondisi tahun lalu yang lebih ramai," katanya.
Selain busana muslim dan fasyen batik untuk persiapan lebaran, kata Bintoro, konsumen yang datang juga membeli kebutuhan fasyen anak-anak muda. Ia memastikan, harga yang diberikan pedagang di Pasar Beringharjo masih dalam taraf wajar. "Kami berkomitmen tidak ada pedagang yang nuthuk sehingga harga yang diberikan harga wajar. Kalaupun ada kenaikan karena dari produsen harga sudah naik," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Korban gempa Venezuela capai 1.430 jiwa, lebih dari 300 gempa susulan terjadi, ribuan warga luka dan kehilangan tempat tinggal.
Refleksi Yogya Kembali mengajak masyarakat meneladani nilai perjuangan untuk memperkuat ketahanan keluarga dan generasi muda DIY.
Harga sawi sempat anjlok hingga Rp500 per kg. KWT Sehati Magelang mengolahnya menjadi keripik Kraukk! bernilai jual lebih tinggi.
Disdikpora Kota Jogja memperkuat pembinaan Pemuda Pelopor dan program YES BOSS untuk mencetak generasi muda inovatif dan berdaya saing.
Ekonom UMY menilai antrean Pertalite usai kenaikan harga Pertamax menunjukkan setiap masyarakat memiliki nilai ekonomi waktu yang berbeda.
WhatsApp menghadirkan fitur username yang memungkinkan pengguna mengobrol tanpa membagikan nomor telepon. Reservasi dibuka mulai pekan ini.