Tingkat Pengangguran Sarjana DIY Capai 3,94%, Disnakertrans Ungkap Penyebabnya
TPT lulusan D4-S3 di DIY mencapai 3,94% pada Mei 2026. Disnakertrans DIY menyoroti ketidaksesuaian kompetensi dan kebutuhan industri.
Ilustrasi ekspor./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Ekspor DIY mengalami kontraksi dua triwulan berturut-turut secara tahunan (yoy) yakni pada triwulan IV 2022 sebesar 8,15% dan triwulan I 2023 17,34%. Meski demikian, secara bulanan (mtm) Maret tumbuh 3,74% dibandingkan Februari 2023.
BACA JUGA: Nilai Ekspor DIY Melesat 3,74%
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Syam Arjayanti mengatakan kontraksi ekspor dibandingkan tahun lalu salah satunya disebabkan oleh dampak perang Rusia-Ukraina.
Alhasil, menimbulkan krisis ekonomi di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat (AS). Sehingga permintaan ekspor menurun, meski tidak ada pembatasan.
"Memang ada kontraksi nilai ekspor dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama," ucapnya, Kamis (11/5/2023).
Kini DIY juga melirik pasar ekspor Arab. Menurutnya tindak lanjut dari misi dagang ke Arab sudah ada importir yang siap menampung untuk komoditas salak dan gudeg. Mereka sudah meninjau ke DIY dan siap membeli.
"Untuk salak tantangannya teknologi, bagaimana bisa dikirim ke Arab masih segar melalui laut. Saat ini tengah dicari strateginya karena peluangnya besar," jelasnya.
Sementara untuk komoditas gudeg sudah dilakukan koordinasi menjalin kerjasama bahan baku nangka, dengan quality control (QC) yang harus sama.
Ekspor terbesar dari DIY menurutnya masih pada pakaian jadi bukan rajutan, sarung tangan, furniture. Untuk furniture, kata Syam, importir baru akan datang sekitar Juli mendatang.
"Semoga bisa terealisasi segera ekspornya," lanjutnya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Herum Fajarwati mengatakan saat terjadi panen raya konsentrasi masyarakat fokus melakukan panen terlebih dahulu. Sehingga untuk aktivitas lain, industri kecil produk ekspor menjadi fluktuatif. Bisa juga berkaitan dengan pangsa pasar yang kompetitif. Dia berharap ekspor akan semakin membaik seiring dengan bangkitnya perekonomian.
"Laju pertumbuhan ekspor triwulan I 2023 mengalami kontraksi, sudah dua triwulan berturut-turut. Triwulan IV 2022 sebesar 8,15% dan triwulan I 2023 17,34%." katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TPT lulusan D4-S3 di DIY mencapai 3,94% pada Mei 2026. Disnakertrans DIY menyoroti ketidaksesuaian kompetensi dan kebutuhan industri.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 19 September 2026 tersedia 5 perjalanan dari masing-masing arah. Cek jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 19 September 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, termasuk keberangkatan terakhir.
Pemkot Jogja sidak Alkid usai viral dugaan pungutan pelaku usaha. Wawali Wawan Harmawan meminta persoalan diklarifikasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 19 September 2026 dari Stasiun Palur ke Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan tiap stasiun.
PSIM Jogja kalah 2-1 dari Madura United setelah unggul lebih dulu. Van Gastel menilai laga seharusnya sudah dikunci sejak babak pertama.