Dugaan Peretasan Data Nasabah BSI, OJK: Masyarakat Tetap Tenang
OJK mengimbau masyarakat tetap tenang menyikapi kabar peretasan data PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) atau BSI.
Investor menunjukan aplikasi reksadana yang menjual Surat Berharga Negara di Jakarta, Rabu (6/7/2022). Bisnis/Abdurachman
Harianjogja.com, JAKARTA—PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) melaporkan peningkatan nilai dana kelolaan yang diinvestasikan melalui agen penjual (selling agents) perusahaan teknologi finansial (fintech).
Hingga pengujung Juni 2023, dana kelolaan di bawah fintech mencapai Rp28,64 triliun. Nilai tersebut naik 2% dibandingkan dengan Mei 2023 sebesar Rp28,10 triliun dan meningkat 10% secara year to date (YtD).
Adapun frekuensi transaksi melalui agen penjual fintech dalam kurun Januari—Juni 2023 mencapai 8,44 juta transaksi pembelian (subscription) dan 3,10 juta transaksi pencairan (redemption). Pada 2022 lalu, transaksi pembelian juga lebih tinggi daripada pencairan. Total pembelian mencapai 21,87 juta transaksi dan pencairan sebanyak 7,56 juta transaksi.
BACA JUGA : Fintech Berkembang Terus-menerus, Kenali Jenis-jenisnya!
Sebagaimana nilai asset under management (AUM) reksa dana sepanjang semester I/2023 yang didominasi oleh produk reksa dana pendapatan tetap, nilai AUM reksa dana melalui agen penjual juga didominasi reksa dana tipe ini dengan nilai mencapai Rp12 triliun. Kemudian reksa dana pasar uang menyusul dengan nilai Rp7,20 triliun dan reksa dana saham Rp3,12 triliun.
Sebagai catatan, jumlah single investor identification (SID) untuk reksa dana secara total mencapai 10,50 juta atau naik 9,40 persen secara YtD per Juni 2023.
Jumlah investor reksa dana pada Juni 2023 juga lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Mei 2023, yang kala itu berjumlah 10,34 juta. Namun total jumlah investor reksa dana masih lebih rendah daripada SID di pasar modal yang mencapai 11,22 juta SID pada akhir semester I/2023 atau naik 8,90 persen YtD.
Di tengah kenaikan jumlah investor, nilai Asset Under Management (AUM) reksa dana per Juni 2023 mencapai Rp797,66 triliun atau turun 0,79 persen dibandingkan dengan posisi Mei 2023 sebesar Rp798,98 triliun. Meski demikian, AUM pada akhir Juni 2023 tumbuh 0,04 persen dibandingkan dengan akhir 2022 sebesar Rp797,31 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
OJK mengimbau masyarakat tetap tenang menyikapi kabar peretasan data PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) atau BSI.
Pemkab Bantul turunkan tarif pantai barat jadi Rp5.000 per destinasi mulai Juli 2026. Skema baru dinilai lebih adil bagi wisatawan.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Jaksa juga minta denda dan uang pengganti.
KID DIY fokus pada penguatan informasi kebencanaan hingga tingkat kelurahan. Sistem terpadu disiapkan untuk cegah simpang siur saat darurat.
Wagub DIY Paku Alam X pastikan seluruh rekomendasi DPRD ditindaklanjuti. Evaluasi pembangunan fokus pada pemerataan ekonomi dan tata kelola.
Pembongkaran SDN Nglarang untuk proyek Tol Jogja-Solo rampung. Lahan kini 100% bebas, proyek masuk tahap penimbunan dan pengecoran.