Industri Dorong Transisi 2G ke 4G Usai Lelang Frekuensi 700 MHz
Penghentian jaringan 2G dinilai berpotensi dipercepat usai lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, namun migrasi jutaan pengguna masih jadi tantangan.
Ilustrasi pelayanan di Kantor BPJS Kesehatan Sleman./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JAKARTA—Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Ali Ghufron menanggapi soal potensi kenaikan iuran pada 2025.
Dia mengatakan BPJS Kesehatan terus membuat berbagai strategi untuk keberlanjutan pendanaan. “Sejak 2021, BPJS [Kesehatan] belum pernah bicara tentang rencana kenaikan iuran,” kata Ghufron, Kamis (20/7/2023).
Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) sebelumnya mencatatkan keuangan badan publik itu masih aman untuk saat ini. Bahkan iuran peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kemungkinan tidak akan naik sampai 2024, sesuai amanah Presiden Joko Widodo.
Hal tersebut dapat terjadi apabila tidak ada intervensi baru terkait dengan tarif yang dibayarkan BPJS Kesehatan. “Kalau tidak ada intervensi baru, sampai pertengahan 2025 tidak ada peningkatan iuran,” kata anggota DJSN, Muttaqien dalam Public Expose (PE) Pengelolaan Program dan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun Buku 2022 di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta Pusat Selasa (18/7/2023).
BACA JUGA: Banyak Peserta BPJS Kesehatan Nunggak Iuran karena Kesulitan Ekonomi
Dengan demikian ada kemungkinan kenaikan iuran setelahnya. Terlebih pihaknya mengidentifikasi BPJS Kesehatan ada potensi defisit Rp11 triliun pada awal semester II/2023. “Agustus-September [2025] ada defisit dana BPJS kesehetan, ada sekitar Rp11 triliun. Jadi, sebelum itu tentu kami perlu lakukan persiapan sebelum defisit [supaya] tidak seperti sebelumnya. [Jadi] 2025 [kemungkinan ada penyesuaian iuran],” katanya.
Kendati demikian, dia masih belum mengetahui terkait dengan berapa persen kenaikan iuran tersebut. Pihaknya juga memiliki target ada 3.083 RS yang dikontrak pada 2024.
BPJS Kesehatan mencatatkan surplus aset neto alias aset bersih pada Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan senilai Rp56,51 triliun pada 2022. Perolehan aset bersih itu meningkat 45,79 persen apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yakni Rp38,76 triliun.
Posisi tersebut membaik dibandingkan periode akhir Desember 2020. Dibandingkan dengan periode 2020, aset neto DJS Kesehatan masih mencatatkan nilai defisit atau negatif Rp5,69 triliun.
Sumber: Bisnis.com
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penghentian jaringan 2G dinilai berpotensi dipercepat usai lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, namun migrasi jutaan pengguna masih jadi tantangan.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Sabtu (29/8/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis
PSG bangkit dari ketertinggalan 0-2 untuk menahan Lille 2-2. Calvin Verdonk dimainkan pada menit ke-80 dalam laga Ligue 1 2026/27.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian 29 Agustus 2026 lengkap dengan harga jual dan buyback terbaru.
Iran dan Oman menyepakati rute pelayaran Selat Hormuz. Iran siap membuka kembali jalur itu jika AS memenuhi komitmen nota kesepahaman.
Danantara menyoroti rencana pengalihan dividen Rp120 triliun ke APBN dan meminta investasi jangka panjang tetap menjadi perhatian.