Jelang Nataru 2026, DIY Ajukan Tambahan Kuota Pertalite ke BPH Migas
Seluruh kabupaten/kota di DIY mengajukan tambahan kuota Pertalite ke BPH Migas menjelang libur Nataru 2026.
Pertumbuhan ekonomi - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat pertumbuhan ekonomi Triwulan II 2023 sebesar 5,16% secara tahunan atau year on year (yoy). Sedikit lebih rendah dibandingkan nasional sebesar 5,17% secara yoy.
Pertumbuhan ekonomi DIY Triwulan II 2023 lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi Triwulan I 2023 sebesar 5,31%. Angka ini juga lebih rendah dibandingkan Kuartal II 2022 sebesar 5,65%.
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan secara kuartalan quarter to quarter (qtq) dibandingkan Triwulan I 2023, perekonomian DIY pada Triwulan II 2023 tumbuh sebesar 0,90%. Di mana para Triwulan I 2023 ada di posisi 0,76%.
"Kalau dilihat pertumbuhan yoy pada Triwulan II 2023 masih tumbuh 5,16 persen di mana Triwulan sebelumnya 5,31 persen dan pada Triwulan IV 2022 yang lalu masih tumbuh 5,53 persen. Jika dibandingkan Triwulan I 2023 pertumbuhan ekonomi DIY pada Triwulan II 2023 tumbuh 0,90 persen qtq," paparnya dalam konferensi pers, Senin (7/8/2023).
Baca juga: 20 Orang Diperiksa dalam Penyidikan Krido, Kejati Cari Dua Bukti di Maguwoharjo dan Candibinangun
Lima sektor yang paling mempengaruhi perekonomian DIY pada Triwulan II 2023 berdasarkan struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yakni paling tinggi disumbang oleh sektor industri pengolahan dengan share sebesar 11,97%. Disusul sektor pertanian 10,30%, akomodasi dan makanan serta minuman 10,17%, Infokom 10,12% dan konstruksi 8,91%.
"Ini merupakan kategori sektor dominan yang merupakan lima besar di DIY. Dari lima sektor ini sudah mencapai 51,48 persen dari total perekonomian DIY. Kalau kita lihat pertumbuhan ekonomi Triwulan II 2023, kami cukup bisa merasa optimis, karena dari 17 kategori atau semuanya mampu tumbuh positif dengan besaran yang bervariasi. Di Triwulan I masih ada yang terkontraksi," jelasnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, jika dilihat dari yang paling dominan sektor industri masih tumbuh 3,74%, pertanian 5,13%, akomodasi dan makan minum tumbuh 6,32%, Infokom 4,08%, dan konstruksi 2,66%.
Sementara sektor yang mampu tumbuh terbesar di Triwulan II 2023 yang paling tinggi adalah kategori transportasi dan jasa keuangan, masing-masing 10,80% dan 10,56%. "Namun karena kedua sektor ini besaran share pada total perekonomian tidak sebesar lima sektor yang dominan, tentu saja nanti terhadap sumber pertumbuhannya akan berbeda. Sektor terendah adalah pengadaan air," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seluruh kabupaten/kota di DIY mengajukan tambahan kuota Pertalite ke BPH Migas menjelang libur Nataru 2026.
Apple menghadapi ganti rugi US$5,7 miliar atau sekitar Rp102,6 triliun setelah juri AS menyatakan Taptic Engine melanggar dua paten.
Bau bensin masuk kabin mobil jangan diabaikan. Kenali 10 penyebabnya, dari tutup tangki hingga kebocoran fuel pump.
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.
V BTS resmi menjadi Global Brand Ambassador Nothing. Ia membintangi kampanye Headphone (1) Pro yang hadir dengan triple-driver dan ANC.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) untuk simpanan rupiah dan valuta asing (valas) di perbankan