Pegadaian Cetak Kinerja Gemilang pada Semester I 2026
PT Pegadaian (Persero) kembali membuktikan ketangguhannya sebagai salah satu pilar keuangan nasional dengan membukukan kinerja positif hingga 30 Juni 2026
Monitor menampilkan nama Moody's Corp./ Bloomberg - Michael Nagle
Harianjogja.com, JAKARTA—Bank-bank di Amerika Serikat (AS) tertekan seiring dengan turunnya peringkat berdasarkan lembaga pemeringkat Moody's. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memastikan tak ada dampak dari turunnya peringkat Moody’s bank-bank AS itu bagi industri perbankan di Indonesia.
Sebagaimana diketahui, Moody’s memangkas peringkat 10 bank kecil hingga menengah AS satu tingkat. Moody’s juga sedang memantau 6 bank raksasa AS, yang berpotensi turun peringkat. Perubahan ini seiring penurunan keyakinan lembaga pemeringkat asal AS itu atas kondisi bank yang ratingnya dipangkas.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan berdasarkan pengamatan otoritas, kondisi perbankan di Indonesia masih meyakinkan. Kondisinya berbeda dengan bank-bank di AS. Alhasil, dampak turunnya peringkat Moody's bank-bank di AS pun minim ke bank-bank Indonesia.
"Kalau dari kacamata kami, [turunnya peringkat Moody's bank-bank AS] tidak akan berpengaruh ke kondisi perbankan kita, karena eksposur perbankan AS ke perbankan kita sangat kecil sekali," ujarnya dikutip dari Bisnis.com-jaringan Harianjogja.com, Kamis (24/8/2023).
Baca juga: Pembeli di Pangkalan LPG 3 KG Ada yang PNS, Data Tidak Bisa Diinput
Ditambah, kondisi fundamental bank-bank Indonesia menurutnya masih tahan banting. Likuiditas perbankan sedikit turun meskipun masih jauh di atas threshold, antara lain tercermin dari rasio alat likuid/noncore deposit (AL/NCD) dan alat likuid/DPK (AL/DPK) masing-masing sebesar 119,04 persen dan 26,73 persen.
Liquidity coverage ratio (LCR) juga memadai, berada pada level 230,24 persen, melampaui threshold 100 persen. Dari sisi permodalan, capital adequacy ratio (CAR) berada pada level 25,41 persen.
Kualitas kredit juga terjaga tercermin dari rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) gross turun ke level 2,44 persen dari bulan sebelumnya 2,52 persen. Kemudian NPL net di level stabil 0,77 persen.
Sebelumnya, Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Solikin M. Juhro juga mengatakan industri perbankan Indonesia, baik dari sisi likuiditas, permodalan, dan risiko kredit masih dalam kondisi yang terjaga.
“Dari sistem ketahanan, khususnya perbankan masih bagus, dari sisi likuiditas, permodalan, dan dari sisi risiko kredit,” katanya dalam acara Taklimat Media, pekan lalu (9/8/2023).
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa pun mengatakan meski turunnya peringkat bank-bank AS bisa memicu kekhawatilran pelaku pasar, tetapi kondisi itu bisa memberi dampak yang positif bagi Indonesia.
"Ke kita harusnya positif, kenapa? Kita kan enggak pernah enggak membayar utang. Amerika hampir enggak bayar kan? Harusnya lebih jatuh lagi," ujarnya ketika ditemui di acara Like It, Senin (14/8/2023).
Menurutnya, peringkat tersebut sebetulnya diberikan untuk melihat apakah satu negara mau membayar utang atau mampu bayar utang. "Kita dua-duanya mampu," tutur Purbaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
PT Pegadaian (Persero) kembali membuktikan ketangguhannya sebagai salah satu pilar keuangan nasional dengan membukukan kinerja positif hingga 30 Juni 2026
Polres Bantul menyita 307 botol miras berbagai merek dari 14 lokasi dalam operasi KRYD untuk menekan peredaran minuman keras ilegal.
Donald Trump masih memiliki opsi memerintahkan serangan ke Iran meski operasi militer ditunda dan upaya diplomasi di Timur Tengah terus berlangsung.
Veddriq Leonardo optimistis meraih medali emas Asian Games 2026 di Jepang. Persiapan difokuskan pada teknik, fisik, dan mental.
Polisi mengekshumasi jasad korban pengeroyokan di Tabanan untuk memastikan penyebab kematian. Lima warga telah ditetapkan sebagai tersangka.
Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul Van Gastel antusias menyambut Derbi DIY melawan PSS Sleman di Super League 2026/2027 dan fokus membawa Laskar Mataram bertahan.