BNNP DIY Gandeng Budaya Jogja untuk Perangi Narkoba, Ini Strateginya
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Ilustrasi Hotel- Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) atau okupansi untuk hotel bintang pada Juli 2023 sebesar 62,71%. Secara bulanan atau month to month (mtm) turun 2,93 poin persen dari TPK Juni 2023 65,64%. Sementara secara tahunan atau year on year (yoy) mengalami kenaikan 0,54 poin persen dari posisi 62,17%.
Sebaliknya TPK hotel non bintang secara bulanan naik tipis 0,30 poin persen dari posisi Juni 2023 sebesar 26,27% menjadi 26,57% pada Juli 2023. Secara tahunan juga mengalami kenaikan 1,69 poin persen dari posisi Juli 2022 24,88%.
Statistisi Ahli Utama BPS DIY, Sentot Bangun Widoyono mengatakan pada Mei dan Juni 2023 masih ada efek dari lebaran dan libur panjang. Sehingga kunjungan wisatawan ke DIY relatif lebih tinggi. Sementara Juli 2023 tidak terlalu banyak hari libur.
"TPK hotel bintang pada Juli 2023 mengalami kenaikan secara yoy, namun mtm menurun 2,93 poin persen dibanding Juni 2023. Non bintang mengalami kenaikan mtm 0,30 poin persen, dan dibandingkan Juli 2022 naik lebih tinggi 1,69 poin persen " ucapnya beberapa waktu lalu.
BACA JUGA: Tol Jogja-Bawen, Konstruksi Jembatan di Atas Selokan Mataram Terus Dikebut
Sementara itu rata-rata lama menginap untuk hotel bintang Juli 2023 turun 0,01 hari menjadi 1,58 hari dari Juni 2023 dengan rata-rata 1,59 hari. Rata-rata lama menginap di hotel bintang paling tinggi adalah hotel bintang empat 1,78 hari dan paling rendah hotel bintang dua 1,32 hari.
Untuk hotel non bintang lama menginap tamu pada Juli 2023 justru naik 0,05 hari menjadi 1,18 hari dari Juni 2023 dengan rata-rata lama menginap 1,13 hari. Hotel non bintang yang paling lama waktu menginapnya adalah hotel dengan kamar lebih dari 40 rata-rata 1,43 hari.
Jumlah tamu yang menginap pada Juli 2023 sebanyak 705.444 orang naik 1,62% dari Juni 2023. Terdiri dari wisatawan domestik 685.017 orang dan mancanegara 20.427 orang. Terbagi ke hotel bintang 488.734 orang dan non bintang sebanyak 216.710 orang.
"Bahwa komposisi menginap di hotel umumnya masih wisatawan domestik, karena transportasi menuju Jogjakarta relatif lebih cepat, baik kereta api ataupun menggunakan jalur darat jalan tol, sehingga kunjungan pada hotel-hotel di DIY berpengaruh pada porsi tamu di DIY," jelasnya.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY , Deddy Pranowo mengatakan untuk Agustus 2023 rata-rata okupansi hotel bintang turun di 60% dan non bintang 30% sampai 40%. Beberapa faktornya seperti liburan sekolah yang sudah usai dan kegiatan Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) pemerintah jarang di DIY.
"Juli [okupansi] hotel bintang turun kemungkinan karena banyak wisatawan yang memilih non bintang, homestay, dan penginapan," ucapnya, Jumat (8/9/2023).
Selain itu, Deddy menyebut kini sudah mulai banyak wisatawan yang mengeluhkan masalah sampah di DIY. Sebab banyak menumpuk di pinggir-pinggir jalan.
"Ya itu keluhan wisatawan, kemungkinan juga ada dampaknya [ke penurunan]. Belum [ada data] berapa besar, kami berharap Pemda segera menyikapi," pintanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
BI-Rate naik 5,25%. Ekonom nilai langkah tepat, rupiah diprediksi menguat ke Rp16.800 per dolar AS.
Prabowo ungkap kerugian ekspor RI capai Rp15.400 triliun akibat praktik curang seperti under-invoicing dan manipulasi data.
Minum susu sebelum tidur punya manfaat untuk relaksasi, tapi bisa picu asam lambung dan kembung pada sebagian orang.
BBGRM Kulonprogo 2026 berakhir, swadaya warga tembus Rp16,6 miliar. Infrastruktur dan pemberdayaan jadi fokus utama.
Kolaborasi BLACKINK dan Tenun Nusantara hadirkan fashion gothic hitam di Jogja, memadukan tradisi dan ekspresi modern.