Ekonom Indef Usul Agar Kabinet Prabowo Tak Terlalu Gemoy, Ini Dampaknya
Pembentukan kabinet pemerintahan mendatang lebih baik dirampingkan atau tidak gemoy. Hal itu bertujuan untuk mendorong penyelenggaraan pemerintahan yang efektif
Ilustrasi replika uang di Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (4/4).Bisnis Indonesia-Abdullah Azzam
Harianjogja.com, JAKARTA–Komisi XI DPR RI menyetujui anggaran tahunan Bank Indonesia (ATBI) pada 2024 berupa penerimaan operasional sebesar Rp29,75 triliun dan pengeluaran operasional sebesar Rp20,07 triliun.
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Dolfie Othniel membacakan kesimpulan Rapat Kerja Komisi XI DPR RI dengan Bank Indonesia (BI) pada Rabu (15/11/2023). Dolfie merincikan anggaran penerimaan operasional BI 2024 terdiri atas hasil pengelolaan aset valas sebesar Rp29,68 triliun, penerimaan kegiatan kelembagan Rp10,84 miliar, dan penerimaan administrasi sebesar Rp55,94 miliar. Dalam melaksanakan pengelolaan penerimaan ATBI operasional 2024, BI diminta untuk melaksanakan reformasi pengelolaan cadangan devisa 4.0 yang mengutamakan tujuan untuk menjaga nilai cadangan devisa.
Baca Juga:
Uang Tunai Rp195 Triliun Disiapkan Bank Indonesia untuk Ramadan dan Lebaran
BI DIY Optimistis Inflasi Sesuai Target Sasaran
Waspada! Bank Indonesia Ramal Inflasi akan Naik pada November 2023, Ini Pendapat Ekonom
Hal ini dilakukan dengan berpegang pada prinsip investasi pada aset yang aman, kesiagaan pemenuhan kewajiban segera, dan memperoleh pendapatan yang optimal. BI juga didorong untuk melakukan transformasi dan inovasi pengelolaan cadangan devisa, diimplementasikan melalui perluasan instrumen, emiten dan/atau negara tujuan investasi yang dapat memberikan tingkat suku bunga yang lebih atraktif. Sementara itu, di sisi pengeluaran operasional, Komisi XI menyetujui daftar pengeluaran sebesar Rp20,07 triliun.
“Pengelolaan cadangan devisa dilakukan dengan menjaga tata kelola yang baik dengan risiko yang terukur serta memperhatikan perkembangan pasar keuangan global,” kata Dolfie.
Daftar Pengeluaran Bank Indonesia
| Jenis Operasiobal | Anggaran |
| Gaji dan penghasilan lain | Rp5,3 triliun |
| Manajemen SDM | Rp3,29 triliun |
| Layanan sarana dan prasarana | Rp2,83 triliun |
| Perumusan dan pelaksanaan kelembagaan | Rp2,08 triliun |
| Operasional kebijakan utama | Rp1,71 triliun |
| Program sosial BI, pemberdayaan UMKM, dan stabilisasi harga dan digitalisasi | Rp1,63 triliun |
| Pengeluaran untuk pajak | Rp2,6 triliun |
| Cadangan anggaran | Rp489 miliar |
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pembentukan kabinet pemerintahan mendatang lebih baik dirampingkan atau tidak gemoy. Hal itu bertujuan untuk mendorong penyelenggaraan pemerintahan yang efektif
Primbon Jawa menyebut Minggu Wage menjadi hari pantangan bagi weton Kamis Legi dan Kamis Pahing untuk acara penting.
Tanggal 17 Mei diperingati sebagai Hari Buku Nasional, Hari Hipertensi Sedunia, dan Hari Telekomunikasi Sedunia. Berikut maknanya.
Beragam acara seru digelar di Jogja Minggu 17 Mei 2026, mulai wisata budaya, pameran seni, pesta buku hingga expo kendaraan listrik.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa