Sensus Ekonomi 2026 di DIY Capai 79 Persen, Targetkan Rampung Agustus
BPS DIY menyebut Sensus Ekonomi 2026 telah mencapai 79% dan ditargetkan rampung akhir Agustus. Pendataan dilakukan dengan metode CAPI dan CAWI.
Perumahan/rumah - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY memprediksi industri properti bisa tumbuh di kisaran 30% tahun depan.
Ketua DPD REI DIY, Ilham Muhammad Nur mengatakan dengan adanya stimulus dari dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berupa insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian rumah seharga Rp2 miliar-Rp5 miliar bisa jadi pemicu kebangkitan industri properti tahun depan.
"[Tumbuh] 30 persen lah kami harapkan [dibandingkan 2022]. Peraturan Menteri Keuangan itu kami harap dilanjutkan, yaitu tentang PPN DTP. Tentu itu akan menggairahkan pasar industri properti," ucapnya, Selasa (26/12/2023).
Selain itu, kata Ilham, pada 2024 industri properti diprediksi akan reborn setelah pada Kuartal IV/2023 konsumsi masyarakat melambat. "Biasanya ada reborn. Kalau berdasarkan pengalaman, perekonomian nanti reborn konsumsinya akan meningkat di tahun depan di kuartal I [2024] juga akan meningkat," jelasnya.
BACA JUGA: REI DIY Sebut LSD Hambat Investasi Properti di DIY
Meningkatnya konsumsi pada awal tahun depan, kata Ilham, akan berdampak pada penurunan dana pihak ketiga (DPK) di perbankan. Saat ini DPK perbankan sedang tinggi, kemungkinan karena masyarakat masih wait and see. "Sekarang kan DPK bank besar sekali, mungkin sedang menunggu proses Pilpres kali ya. Wait and see, harapan kami setelah Februari [2024] orang lebih nyaman lebih lega menjajakan uang," ujar Ilham.
Sementara disinggung soal dampak Pilpres 2024, menurut dia sedikit-banyak memengaruhi industri properti meski tidak secara langsung. Meski begitu, berdasarkan data, konsumsi masyarakat saat ini masih rendah. "Kami merasakan adanya perlambatan, Oktober ada perlambatan karena ada berbagai faktor, tanah kas desa [TKD] dan data masyarakat wait and see, pertengahan November mulai balik, makanya kami harap di Desember [lebih baik lagi]," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS DIY menyebut Sensus Ekonomi 2026 telah mencapai 79% dan ditargetkan rampung akhir Agustus. Pendataan dilakukan dengan metode CAPI dan CAWI.
Sarana olahraga Sleman masih terkendala. Fasilitas dayung dan renang belum sesuai kebutuhan atlet menjelang Porda DIY XVIII 2027.
Pemda DIY menyalurkan Rp1 miliar untuk NTT terdampak gempa dan membantu mahasiswa asal NTT di Jogja melalui pangan serta keringanan kuliah.
Usulan BPIH 2027 Rp107,34 juta per jamaah naik hampir Rp20 juta. DPR meminta biaya dikaji agar rasional dan layanan tetap berkualitas.
KRI Ki Hajar Dewantara akan dijual setelah DPR menerima surpres. Simak spesifikasi, senjata, mesin, dan kemampuan kapal perang ini.
Seoul menyiapkan kebijakan “hak atas keteduhan” dengan koridor pejalan kaki teduh untuk menghadapi gelombang panas ekstrem dan melindungi warga.