214 KDMP di DIY Beroperasi, Target 80 Persen Kalurahan pada 2026
Sebanyak 214 KDMP di DIY telah bertransaksi hingga Oktober 2026. Dinkop DIY menargetkan 80% kalurahan mengoperasikan KDMP pada akhir tahun.
Ilustrasi pembangunan apartemen dan hunian vertikal./Antara
Harianjogja.com, JOGJA—DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY menyebut hunian vertikal masih belum banyak peminat di DIY.
Ketua DPD REI DIY, Ilham Muhammad Nur mengatakan sepinya pasar rumah vertikal karena berbenturan dengan budaya dan pemahaman masyarakat.
Menurutnya, masyarakat masih berpandangan rumah tempat tinggal adalah rumah yang menapak dengan tanah. Sehingga hunian vertikal masih belum diterima dengan baik oleh masyarakat. "Shock culture, perbedaan budaya, bahwa rumah harus di bawahnya adalah tanah," ucapnya, Senin (1/1/2024).
Dia menjelaskan, di sepanjang 2023 wilayah yang paling tinggi kontribusinya pada penjualan properti adalah Bantul dan Sleman. Produk dari anggota REI DIY yang paling besar terserap pasar adalah pada harga di bawah Rp700 juta.
"Harga rumah di bawah Rp700 juta kontribusinya besar mungkin di atas 50 persen. Setelah itu di atas Rp700 juta-Rp2 miliar. Sisanya vertikal. Hunian vertikal di Jogja rata-rata di Sleman, tetapi memang pasarnya menurun," jelasnya.
BACA JUGA: Transaksi Pameran Properti REI DIY Tembus Rp50 Miliar, Sleman Jadi Lokasi Paling Dicari
Lebih lanjut dia menyampaikan rata-rata harga hunian vertikal ada di bawah Rp700 juta, hingga Rp1 miliar. "[Pembelian rumah vertikal] Rata-rata motifnya masih investasi, disewakan, atau untuk indekos," kata Ilham.
Dampak Kasus TKD
Kasus mafia tanah kas desa (TKD) yang terjadi di DIY sempat berdampak pada seretnya bisnis properti. Masyarakat menjadi waswas dalam berinvestasi properti.
Akan tetapi saat ini menurutnya isu tersebut perlahan semakin pudar. "Saat ini perlahan-perlahan masyarakat mulai sudah bisa menerima dan memahami itu," ungkapnya.
Meskipun di awalnya berpengaruh karena menimbulkan ketidakpercayaan. Masyarakat perlu waktu sejenak untuk menganalisis dan mencermati kondisi berkaitan dengan TKD. "Saya nyatakan anggota REI yang berinvestasi tidak di dalam kawasan tanah kas desa."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 214 KDMP di DIY telah bertransaksi hingga Oktober 2026. Dinkop DIY menargetkan 80% kalurahan mengoperasikan KDMP pada akhir tahun.
Cek jadwal perpanjangan SIM A dan C di Kulonprogo pada 28 Oktober 2026, lengkap dengan lokasi layanan dan dokumen persyaratan.
Cek jadwal layanan SIM Gunungkidul, Rabu 28 Oktober 2026, lengkap dengan lokasi pelayanan, syarat perpanjangan, dan ketentuan SIM kedaluwarsa.
BMKG mengingatkan potensi hujan petir, gelombang tinggi hingga 4 meter di selatan Jawa Timur, serta banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.
Como bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Torino 3-1. Kemenangan ini membawa Como naik ke peringkat keempat klasemen Liga Italia.
Cek jadwal SIM Keliling Jogja 26 Oktober 2026 di Kantor Kapanewon Godean, Sleman, jam SIM Corner JCM dan Ramai Mall, serta syarat perpanjangan SIM A dan C.