Inflasi DIY April 2026 Melandai, Ini Penyebabnya
Inflasi DIY April 2026 turun jadi 0,09%. BPS ungkap pemicu kenaikan dan penurunan harga komoditas utama.
Ilustrasi. /Bisnis Indonesia-Felix Jody Kinarwan
Harianjogja.com, JOGJA—Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sampai dengan 5 Januari 2024 terdapat 29 perusahaan masuk dalam daftar antrian penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) BEI.
Dari 29 perusahaan yang antre IPO 19 diantaranya merupakan perusahaan aset skala menengah (antara Rp50 miliar sampai dengan Rp250 miliar). Lalu 2 lainnya aset skala kecil (aset di bawah Rp50 miliar), dan 8 perusahaan aset skala besar (aset diatas Rp250 miliar).
"Hingga saat ini, terdapat 29 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI," ucap Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna, Sabtu (6/01/2024).
BACA JUGA: Kapolri Bangun Sumur Bor di Gunungkidul untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih
Jika dirinci berdasarkan sektor 29 perusahaan yang antre IPO terdiri dari 3 perusahaan sektor basic materials, 6 perusahaan dari sektor consumer cyclicals, 4 perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals, 2 perusahaan dari sektor energy, 5 perusahaan dari sektor industrials.
"2 perusahaan dari sektor infrastructures, 1 perusahaan dari sektor properties & real estate, 5 perusahaan dari sektor technology, dan 1 perusahaan dari sektor transportation & logistic," lanjutnya.
Sementara sampai 5 Januari 2024 tercatat ada 1 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan dana dihimpun Rp0,13 triliun.
Sebelumnya, BEI Yogyakarta menyampaikan satu UMKM yang berencana IPO pada 2023 masih terkendala beberapa persyaratan. Kepala BEI Yogyakarta, Irfan Noor Riza mengatakan kendala tersebut membuatnya menunda IPO dan dimungkinkan baru akan dilakukan 2024.
BACA JUGA: Lampaui Target, Penerimaan Pajak DIY 2023 Rp6,01 Triliun
Akan tetapi, kata Irfan, untuk perusahaan kelas menengah, atau masuk Kategori Papan Pengembangan, ada satu perusahaan dari DIY yang berhasil IPO pada 30 November 2023 lalu. Perusahaan tersebut adalah PT Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM).
Perusahaan kelas menengah tersebut bergerak dalam bidang usaha peternakan dan rumah potong ayam, dan masuk dalam sektor barang konsumen primer.
"Semoga kedepan dari DIY akan segera bermunculan perusahaan-perusahaan yang IPO dari berbagai skala besar, menengah, maupun skala UMKM, sehingga pasar modal di DIY kedepan akan semakin bertumbuh," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Inflasi DIY April 2026 turun jadi 0,09%. BPS ungkap pemicu kenaikan dan penurunan harga komoditas utama.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.
Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing membahas Taiwan, AI, tarif dagang, hingga Selat Hormuz.
Semen Padang siap tampil maksimal melawan Persebaya Surabaya meski sudah dipastikan terdegradasi dari BRI Super League 2026.
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026. Menkeu Purbaya menyebut konsumsi rumah tangga jadi penopang utama daya beli.