Sultan Tegas Tak Toleransi Penyalahgunaan Tanah Kas Desa di DIY
Sultan HB X menegaskan tak ada toleransi bagi penyalahgunaan tanah di DIY. Pengawasan TKD diperketat dan pelanggaran akan ditindak tegas.
Warga memantau pergerakan saham melalui gawainya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (18/3/2025). Antara /Sulthony Hasanuddin
Harianjogja.com, JOGJA—Bursa Efek Indonesia (BEI) Yogyakarta menargetkan penambahan 50.000 investor hingga akhir 2025. Kepala BEI Yogyakarta, Irfan Noor Riza, mengatakan sampai September 2025 penambahan investor di DIY sudah melampaui target, dengan penambahan 52.219 investor baru atau mencapai 104,44% dari target tahunan.
"Saya sangat gembira melaporkan bahwa target tahun 2025 sudah terlampaui," ujarnya, Rabu (12/11/2025).
Dia menyampaikan capaian ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2024 yang hanya menambah 43.138 investor sepanjang tahun. Irfan memproyeksikan, dengan rata-rata penambahan sekitar 5.800 investor per bulan sepanjang 2025, pada kuartal IV 2025 atau Oktober hingga Desember akan ada penambahan sekitar 17.400 investor.
Jumlah investor DIY pada akhir tahun 2025, kata dia, diperkirakan mencapai sekitar 300.000 investor. "Ini akan menjadi momentum bersejarah bagi pasar modal DIY karena berhasil menembus angka 300.000 investor, sebuah pencapaian yang sangat kami syukuri," jelasnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan pertumbuhan investor pasar modal di DIY pada September 2025 sangat menggembirakan, karena jumlah investor pasar modal DIY bertambah sebanyak 9.939 investor dalam sebulan. Menurutnya, ini merupakan pertumbuhan bulanan sebesar 3,65%, menunjukkan akselerasi minat masyarakat DIY terhadap pasar modal.
Ia menjelaskan, total investor pasar modal DIY hingga akhir September 2025 telah mencapai 282.074 investor. Jika dibandingkan dengan posisi September 2024 yang hanya 216.798 investor, maka terjadi pertumbuhan (year-on-year/yoy) sebesar 30,11% dalam kurun waktu satu tahun.
"Alhamdulillah, pertumbuhan investor pasar modal di DIY pada September 2025 mencatat pencapaian yang sangat menggembirakan," katanya.
Sementara secara nasional, hingga akhir Oktober 2025 jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai 19.154.487 Single Investor Identification (SID). Dari jumlah tersebut, investor baru pasar modal tahun 2025 mencapai 4.282.848 SID, atau meningkat 58,4% dibandingkan penambahan 2.703.578 investor baru pada tahun 2024.
Jumlah investor saham di BEI telah mencapai 8.083.076 SID, dengan pertumbuhan 1.701.632 investor saham baru sepanjang 2025, naik 51,2% dibandingkan pertumbuhan 1.125.873 investor saham baru pada 2024.
Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menyampaikan peningkatan jumlah investor menunjukkan semakin kuatnya kesadaran masyarakat untuk berinvestasi, terutama generasi muda di bawah usia 30 tahun yang kini semakin aktif dan percaya diri dalam berinvestasi.
"Pencapaian ini merupakan hasil dari komitmen BEI bersama seluruh pemangku kepentingan dalam melakukan berbagai kegiatan edukasi dan literasi yang konsisten dan terarah, seperti Sekolah Pasar Modal, Guruku Investor Saham, dan CMSE," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X menegaskan tak ada toleransi bagi penyalahgunaan tanah di DIY. Pengawasan TKD diperketat dan pelanggaran akan ditindak tegas.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.