Cegah Bencana, Eko Suwanto Dorong DIY Tetapkan 2027 sebagai Tahun Menanam
Eko Suwanto mendorong DIY menetapkan 2027 sebagai Tahun Menanam dan mengaudit lingkungan untuk memperkuat mitigasi bencana.
Dirut BPD DIY, Santoso Rohmad (kelima kiri) bersama Pemimpin Cabang Utama Bank BPD DIY, Efendi Sutopo Yuwono (keenam kiri) dan Kepala Dinsos DIY, Endang Patmintarsih (keempat kanan) berfoto bersama seusai penandatanganan kerja sama, Senin (8/1)./Istimewa
JOGJA-Bank BPD DIY dan Dinas Sosial (Dinsos) DIY menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pemanfaatan Jasa dan Produk Perbankan Dalam Bantuan Sosial Jaminan Lanjut Usia (JSLU), di Kantor Pusat Bank BPD DIY, Senin (8/1/2024).
Penandatanganan dilakukan secara simbolis oleh Pemimpin Cabang Utama Bank BPD DIY, Efendi Sutopo Yuwono dan Kepala Dinsos DIY, Endang Patmintarsih dan disaksikan oleh Direktur Utama Bank BPD DIY Santoso Rohmad, Asisten Setda Bidang Pemberdayaan SDM Sugeng Purwanta, Kepala BPKA DIY Wiyos Santoso, Plt. Kepala Bappeda DIY Tri Saktiyana, Inspektur DIY Muhammad Setiadi, serta seluruh Kepala Dinas Sosial kota/kabupaten di DIY.
Bantuan sosial JSLU merupakan salah satu upaya Pemda DIY dalam meningkatkan kesejahteraan sosial bagi lanjut usia miskin.
Tahun ini akan ada 8.000 warga lanjut usia (lansia) sebagai penerima bantuan program pengentasan kemiskinan ekstrem berupa bahan kebutuhan pokok senilai Rp300.000 per bulan.
Direktur Utama Bank BPD DIY Santoso Rohmad mengatakan Bank BPD DIY sebelumnya juga dipercaya sebagai bank penyalur bantuan masyarakat korban gempa bumi dan juga bantuan ke masyarakat yang terdampak Covid-19.
“Kali ini dipercaya lembali dan ditunjuk sebagai bank penyalur bantuan sosial JSLU. Program ini adalah bentuk kegiatan sosial yang menjadi prioritas kami. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut terdapat nilai ibadah dan juga memberi manfaat untuk Bank BPD DIY serta masyarakat,” ucap Santoso, Senin.
BACA JUGA: Ulang Tahun Ke-62 Bank BPD DIY, Kita Berkembang Bersama
Bank BPD DIY, kata Santoso, telah menyediakan sistem berupa layanan virtual account (VA) serta menyediakan aplikasi BPDDIY RAHARJO yang digunakan oleh merchant/agen dengan sebutan Waluyo (Warung Lanjut Usia Yogyakarta).
“Ada 246 Waluyo se-DIY. Lewat itu, penerimaan bantuan akan lebih mudah serta pelaksanaan penyaluran menjadi lebih efisien, tepat jumlah, tepat sasaran, dan tepat waktu ”, kata Santoso.
Asisten Setda DIY Bidang Pemberdayaan SDM, Sugeng Purwanta mengapresiasi terjalinnya kerja sama antara Dinsos DIY dan Bank BPD DIY dalam pelaksanaan Bantuan Sosial JSLU tersebut.
Menurut dia, hal itu menjadi langkah awal yang sangat penting dalam menghadapi tantangan sosial yang semakin kompleks. “Sekaligus menjadi tonggak penting dalam upaya memperbaiki kondisi sosial dan kesejahteraan lansia di DIY,” kata Sugeng.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Eko Suwanto mendorong DIY menetapkan 2027 sebagai Tahun Menanam dan mengaudit lingkungan untuk memperkuat mitigasi bencana.
PAPUHY menetapkan Wasis Utomo sebagai ketua periode 2026–2029 untuk memperkuat kolaborasi pengusaha haji dan umrah serta meningkatkan layanan jemaah.
PSS Sleman kalah 1-2 dari Borneo FC di Maguwoharjo. Pieter Huistra memahami kekecewaan suporter dan menilai kartu merah mengubah jalannya laga.
DPRD Kota Jogja mematangkan Raperda P4GN dengan fokus pada rehabilitasi, pengawasan obat berbahaya, dan penguatan koordinasi antarinstansi.
Polda Jatim memeriksa abu, tulang, dan mesin pencacah dalam penyidikan kasus pembunuhan Dini Hardiyanti dan anaknya di Madiun.
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto meminta polisi mengedepankan pendekatan humanis saat mengawal demo 28 Oktober 2026.