KCI Bakal Impor KRL & Naikkan Tarif, Ini Alasannya

Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika Minggu, 14 Januari 2024 09:37 WIB
KCI Bakal Impor KRL & Naikkan Tarif, Ini Alasannya

Sejumlah penumpang berada di dalam gerbong Kereta Rel Listrik di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (2/1/2022). Bisnis/Suselo Jati

Harianjogja.com, JAKARTA–PT Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter di awal tahun ini memiliki dua kebijakan. Pertama, melakukan pengadaan kereta api listrik (KRL) dengan impor dan kedua, tengah mengkaji kenaikan tarif KRL Jabodetabek.

Pengadaan KRL diperlukan karena jumlah penumpang terus meningkat setiap tahun. Tercatat pengguna KRL sepanjang 2023 sebanyak 290,89 juta penumpang atau meningkat 35% dibandingkan pada 2022 sebanyak 215,04 juta penumpang.

Direktur Utama KAI Commuter Asdo Artriviyanto menjelaskan realisasi tersebut belum menyamai masa sebelum pandemi Covid-19 atau pada 2019 yang saat itu menembus 336,27 juta penumpang. “Volume penumpang 2023 baru hampir menyamai di 2019, tercatat pada 2019 masih 13 persen lebih tinggi dari tahun 2023,” jelas Asdo dalam konferensi pers di Kantor KAI Commuter, Kamis (11/1/2024).

Seiring dengan peningkatan jumlah penumpang tersebut, KAI Commuter mengadakan rangkaian kereta (trainset) dengan anggaran sebesar Rp8,65 triliun. Asdo mengatakan kebutuhan dana tersebut untuk memenuhi upaya peremajaan dan penambahan armada KRL hingga 2027 atau tiga tahun mendatang. Upaya ini dilakukan melalui sejumlah cara, yakni impor, retrofit, dan juga pengadaan sarana trainset baru.

Baca Juga

Permudah Pelanggan KRL, KAI Commuter Line Luncurkan Aplikasi C-Access

Tarif KRL Akan Dinaikkan, Ini Alasannya

Dampak Pandemi, Berapa Kerugian Kereta Commuter Indonesia?

Dia memaparkan dari jumlah tersebut, sekitar Rp3,65 triliun di antaranya diperoleh melalui pinjaman dari bank. Sementara itu, sebanyak Rp5 triliun akan diperoleh melalui penyertaan modal negara (PMN) dari pemerintah “Kebutuhan capex pengadaan KRL baik impor dan retrofit ini diajukan Rp8,65 triliun, dari pemerintah itu PMN Rp5 triliun ke KAI yang akan dialirkan ke KCI,” jelas Asdo. Suntikan dana melalui PMN akan disalurkan secara bertahap hingga 2026. Secara terperinci, Asdo mengatakan KAI Commuter akan memperoleh PMN senilai Rp2 triliun pada 2024, kemudian masing-masing Rp1,5 triliun untuk tahun 2025-2026.

Saat ini pihaknya juga tengah mengupayakan impor sebanyak tiga rangkaian kereta. Dia menuturkan trainset yang akan diimpor itu masing-masing akan terdiri atas 12 kereta atau gerbong. KAI Commuter telah mengerucutkan opsi lima produsen kereta. Dalam proses ini KAI Commuter mendapatkan pendampingan dari Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Hal ini agar trainset yang diimpor nantinya sesuai dengan kondisi prasarana serta spesifikasi teknis perkeretaapian di Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online