ESDM Siapkan Rp4,86 Triliun Pulihkan Kapasitas PLTP Sarulla
ESDM menyiapkan investasi Rp4,86 triliun untuk memulihkan kapasitas PLTP Sarulla menjadi 330 MW dan mengembangkan potensi panas bumi.
Foto ilustrasi pertumbuhan ekonomi. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA – Dana Moneter Internasional (IMF) mengungkap kondisi perekonomian global mulai melambat. Hal ini terlihat dari inflasi bergerak variatif di sejumlah negara akibat tekanan tarif dan lemahnya permintaan ekspor.
Juru bicara IMF Julie Kozack mengatakan perekonomian global masih menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian akibat kebijakan tarif, menjelang pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Washington bulan ini.
“Kami melihat pertumbuhan global pada paruh pertama tahun ini relatif stabil, tetapi mulai muncul tanda-tanda perlambatan secara global. Adapun inflasi, secara global kami melihat gambaran yang cukup beragam," katanya dalam konferensi pers dilansir dari Reuters, Jumat (3/10/2025).
Menurut Kozack, dampak tarif terhadap kenaikan harga di AS mendorong inflasi inti, sementara inflasi umum tercatat naik lebih cepat di Inggris, Australia, dan India. Sebaliknya, tekanan inflasi di China dan sejumlah negara Asia lainnya relatif rendah karena tarif menekan permintaan terhadap ekspor mereka.
“Kami melihat perusahaan menyerap sebagian dampak tarif, dan itu menjadi salah satu alasan mengapa inflasi di AS masih relatif terbatas sejauh ini. Namun, berapa lama kondisi itu akan bertahan masih menjadi pertanyaan,” jelasnya.
Kozack menambahkan bahwa laporan World Economic Outlook terbaru IMF yang akan dirilis 14 Oktober mendatang akan membahas lebih lanjut dampak tarif terhadap inflasi AS. Kajian tahunan IMF atas kebijakan ekonomi AS melalui Article IV Consultation juga dijadwalkan terbit pada November.
Lebih lanjut, Kozack menilai melemahnya pasar tenaga kerja AS menjadi alasan tepat bagi Federal Reserve untuk memangkas suku bunga pada pertemuan September lalu, mengingat inflasi bergerak menuju target bank sentral.
Namun, dia memperingatkan risiko kenaikan inflasi tetap ada, sehingga The Fed harus mencermati data terbaru sebelum mengambil keputusan suku bunga berikutnya. Menanggapi dampak ekonomi dari government shutdown parsial di AS yang dimulai pada Rabu (1/10/2025),
Kozack menyatakan IMF masih memantau situasi tersebut. “Dampaknya akan sangat bergantung pada durasi dan mekanisme shutdown. Kami tentu berharap kompromi dapat segera dicapai agar pemerintahan federal bisa kembali didanai penuh,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
ESDM menyiapkan investasi Rp4,86 triliun untuk memulihkan kapasitas PLTP Sarulla menjadi 330 MW dan mengembangkan potensi panas bumi.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.