Harga iPhone di iBox Naik, Seri iPhone 15 dan 17 Paling Melonjak
Harga iPhone di iBox pada Mei 2026 mayoritas naik. iPhone 15 dan iPhone 17 mencatat kenaikan terbesar, sementara iPhone 14 justru turun.
Foto ilustrasi impor dan eksport. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) menargetkan platform tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) mulai beroperasi pada 1 September 2026. Sistem tersebut disiapkan untuk mendukung peran DSI dalam kegiatan ekspor SDA sekaligus mengonsolidasikan data transaksi komoditas.
Direktur Keuangan DSI Sinthya Roesly mengatakan platform tersebut saat ini memasuki tahap pengujian. Sistem nantinya digunakan untuk memperoleh dan mengonsolidasikan berbagai data ekspor, termasuk kontrak komersial dari para eksportir.
"Pada 1 September kita bisa meluncurkan platform. Jadi sebenarnya bisa dikatakan DSI sudah operasional. Kemudian akan diperkuat dengan exporter portal," ujar Sinthya dalam acara peluncuran DSI di Wisma Danantara, Jakarta pada Senin (24/8/2026).
Platform DSI Terhubung dengan 7 Kementerian dan Lembaga
Platform tata kelola ekspor SDA milik DSI akan terintegrasi dengan data dan sistem dari tujuh kementerian dan lembaga (K/L).
Integrasi tersebut mencakup:
Minerba Online Monitoring System (MOMS) dan e-PNBP milik Kementerian ESDM.
INATRADE milik Kementerian Perdagangan (Kemendag).
CEISA 4.0 dari Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Coretax milik Ditjen Pajak Kemenkeu.
SiMoDIS milik Bank Indonesia.
Sistem Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kementerian Hukum.
Online Single Submission (OSS) milik Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal.
Integrasi berbagai sistem tersebut menjadi bagian dari platform yang disiapkan DSI dalam menjalankan fungsi tata kelola ekspor SDA.
DSI Jadi Perantara Tunggal hingga Akhir 2026
Sinthya mengatakan DSI untuk sementara akan menjalankan peran sebagai perantara atau intermediary tunggal hingga akhir 2026.
Setelah periode tersebut, peran DSI akan dievaluasi bersama pemangku kepentingan terkait pada Januari 2027.
"Regulasi mengatakan 3 bulan akan dievaluasi bersama Kemenko Perekonomian dan berbagai Kementerian/Lembaga lainnya. Nantinya akan dilihat apakah nanti kita 1 Januari 2027 akan terus melanjutkan dengan perantara ekspor atau model lainnya. Jadi nanti ini akan ada kabar barunya setelah ada evaluasi," katanya.
Tiga Komoditas Jadi Fokus Awal
Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan DSI pada tahap awal akan mengawasi transaksi ekspor tiga komoditas strategis Indonesia.
Ketiga komoditas tersebut adalah batu bara, minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO), dan ferro alloy.
Rosan mengatakan pengawasan terhadap ketiga komoditas tersebut penting karena nilai ekspornya cukup besar. Secara keseluruhan, nilai ekspor ketiganya hampir mencapai US$70 miliar.
"Dari tiga komoditas itu kita ketahui nilainya kurang lebih hampir mencapai US$70 miliar. Batu bara sekitar US$30,35 miliar, kemudian CPO sekitar US$22,79 miliar, dan ferro alloy sekitar US$16,43 miliar," jelasnya.
Platform tersebut nantinya menjadi bagian dari sistem DSI dalam menjalankan fungsi tata kelola ekspor SDA, dengan pengawasan awal difokuskan pada tiga komoditas yang memiliki nilai ekspor strategis bagi Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
AS mengusulkan biaya pengajuan visa kerja H-1B sebesar 103.265 dolar AS atau sekitar Rp1,82 miliar, di luar biaya lainnya.
Kemenaker mendorong bursa kerja digital Tangerang terintegrasi PaskerID untuk memperluas akses lowongan bagi pencari kerja.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini, Selasa 25 Agustus 2026, kompak naik. Simak harga jual dan buyback lengkap.
Sekitar 2.000 atlet dari 200 kontingen akan berlaga di YOT VI 2026 Piala Kemenpora RI di GOR UNY pada 28-30 Agustus.
Gempa susulan Flores mencapai 7.029 kejadian hingga 25 Agustus 2026. Gempa M4,1 kembali mengguncang Manggarai pagi ini.