Durian Vietnam Kembali Melonjak, Ekspor ke China Tembus US$4,76 Miliar

Jumali
Jumali Rabu, 22 Juli 2026 13:47 WIB
Durian Vietnam Kembali Melonjak, Ekspor ke China Tembus US$4,76 Miliar

Durian - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Pasar durian Vietnam kembali bergairah. Setelah beberapa bulan mengalami tekanan harga akibat persaingan ketat dan melimpahnya pasokan regional, kini harga durian di negara tersebut mulai merangkak naik seiring meningkatnya ekspor ke China.

Kenaikan harga terjadi setelah otoritas bea cukai Vietnam menerapkan kebijakan baru yang mempercepat proses pengiriman produk pertanian ke luar negeri. Langkah ini membuat distribusi durian menuju pasar ekspor menjadi lebih cepat dan efisien.

Saat ini, pedagang membeli durian Monthong kualitas A langsung dari kebun dengan harga VND75.000-80.000 per kilogram atau sekitar Rp46.000 per kilogram. Angka tersebut meningkat sekitar 8% dibandingkan pekan sebelumnya.

Kenaikan juga terjadi pada varietas Ri6 kualitas A yang kini diperdagangkan di kisaran VND55.000-58.000 per kilogram.

Padahal, pada awal bulan ini harga kedua varietas tersebut masih jauh lebih rendah. Durian Monthong saat itu dipasarkan pada kisaran VND46.000-68.000 per kilogram, sedangkan Ri6 hanya berada di level VND28.000-38.000 per kilogram.

Meningkatnya harga tidak terlepas dari tingginya permintaan eksportir yang kembali aktif menyerap hasil panen petani. Para pedagang bahkan mengaku kesulitan mendapatkan pasokan durian premium karena produk berkualitas tinggi langsung habis begitu tersedia.

“Durian berkualitas tinggi langsung habis begitu tersedia,” ujar Trung, seorang pedagang durian di Provinsi Dak Lak, seperti dikutip dari VnExpress.

Lonjakan permintaan tersebut turut mendongkrak kinerja ekspor hortikultura Vietnam sepanjang tahun ini.

Data terbaru menunjukkan nilai ekspor buah dan sayuran Vietnam selama tujuh bulan pertama tahun berjalan diperkirakan mencapai US$4,76 miliar. Nilai tersebut meningkat 23% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Khusus pada Juli, pertumbuhan ekspor bahkan lebih impresif. Nilainya mencapai sekitar US$1,06 miliar atau melonjak 38% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sekretaris Jenderal Vietnam Fruit and Vegetable Association, Dang Phuc Nguyen, mengatakan durian masih menjadi komoditas paling dominan dalam ekspor hortikultura Vietnam.

Menurutnya, lebih dari separuh nilai ekspor buah dan sayuran berasal dari perdagangan durian. Komoditas ini menjadi mesin utama pertumbuhan ekspor sektor pertanian Vietnam.

Keuntungan lain yang saat ini dinikmati Vietnam adalah berakhirnya musim panen durian di Thailand. Kondisi tersebut membuat Vietnam mengambil alih posisi sebagai pemasok utama durian ke pasar China.

Selain faktor musiman, percepatan ekspor juga ditopang kebijakan baru Departemen Bea Cukai Vietnam yang mulai diberlakukan pekan lalu.

Melalui aturan tersebut, produk pertanian memperoleh prioritas layanan kepabeanan pada hari yang sama, termasuk di luar jam kerja dan saat hari libur. Kebijakan ini memangkas waktu tunggu di perbatasan dan mempercepat distribusi barang menuju pasar tujuan.

Dang Phuc Nguyen menilai kebijakan tersebut membuat daya saing durian Vietnam semakin kuat di pasar China yang merupakan konsumen terbesar dunia.

Di sisi lain, kawasan Dataran Tinggi Tengah atau Central Highlands saat ini juga mulai memasuki puncak musim panen durian. Produksi dari wilayah tersebut diperkirakan terus mengalir hingga September atau Oktober mendatang.

Dengan kombinasi panen yang melimpah, dukungan kebijakan ekspor, dan tingginya permintaan dari China, pelaku industri memperkirakan sektor durian Vietnam masih akan menikmati momentum positif dalam beberapa bulan ke depan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online