Cegah Bencana, Eko Suwanto Dorong DIY Tetapkan 2027 sebagai Tahun Menanam
Eko Suwanto mendorong DIY menetapkan 2027 sebagai Tahun Menanam dan mengaudit lingkungan untuk memperkuat mitigasi bencana.
Suasana rilis BPS Gunungkidul terkait Indeks Harga Konsumen (IHK) selama Januari lalu di Bumi Handayani pada Kamis (1/2/2023)./Harian Jogja-Triyo Handoko
GUNUNGKIDUL-Badan Pusat Statistik (BPS) Gunungkidul menyampaikan perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) selama Januari 2025 di Bumi Handayani, Kamis (1/2/2024). Diibanding dengan Desember 2023, tercatat terjadi deflasi sebesar 0,08%.
Sementara jika dibandingkan dengan Januari 2023 nilainya justru mengalami kenaikan dengan inflasi yang bervariatif.
Inflasi yang variatif tersebut paling tinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 7,48%.
Sedangkan komoditas yang inflasinya paling kecil pada Januari ini dibanding setahun yang lalu adalah kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,03%.
Kepala BPS Gunungkidul, Joko Prayitno menjelaskan secara umum inflasi tahunan (year-on-year/yoy) selama Januari ini sebesar 2,42% sehingga mengerek kenaikan IHK dari 102,32 pada Januari 2023 menjadi 104,80 pada Januari 2024.
"Inflasi tahunan terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 7,48 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,80 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,04 persen," kata Joko, Kamis siang.
Joko menyebut komoditas yang berkontribusi pada inflasi tahunan (yoy) pada Januari 2024, antara lain beras, buncis, cabai merah, tomat, bawang putih, emas perhiasan, bayam, gula pasir, daging ayam ras, wortel, kelapa, jeruk, ikan asin keranjang, daun singkong, hingga panci.
"Sementara komoditas yang dominan berandil terhadap inflasi bulanan [month-to-month/mtm] pada Januari 2024, antara lain beras, bawang merah, tomat, emas perhiasan, hingga rokok sigaret putih mesin [SPM]," ucap dia.
Adapun, pada kelompok komoditas makanan, minuman, dan tembakau, jelas Joko, terjadi kenaikan indeks dari 101,31 pada Januari 2023 menjadi 108,89 pada Januari 2024.
"Subkelompok yang mengalami inflasi tahunan tertinggi, yaitu subkelompok makanan yaitu sebesar 8,88 persen dan terendah yaitu subkelompok rokok dan tembakau sebesar 1,34 persen," terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Eko Suwanto mendorong DIY menetapkan 2027 sebagai Tahun Menanam dan mengaudit lingkungan untuk memperkuat mitigasi bencana.
Kericuhan pecah di Malioboro usai demo pada Rabu petang. Massa dan polisi saling melempar benda, sementara wisatawan diimbau menghindar.
Omzet IKM Kota Jogja mencapai Rp4.018 triliun dan menyerap 40.905 tenaga kerja. Pelaku usaha masih menghadapi kendala bahan baku, modal, dan pasar.
Wabup Kulon Progo Ambar Purwoko mendorong siswa Sekolah Rakyat di Lendah tekun belajar, percaya diri, dan berani menjadi pemimpin.
Konser Andrea Bocelli di Borobudur dan Jakarta tetap digelar pada 31 Oktober dan 3 November 2026 dengan pesan kemanusiaan.
Survei Indef terhadap 1.800 UMKM menunjukkan partisipasi dalam program MBG masih rendah, sementara 22% responden mengalami penurunan usaha.