Green Bio-Refinery Cilacap Telan Investasi Rp19,8 Triliun, Beroperasi 2029
Pertamina menyiapkan investasi Rp19,8 triliun untuk Green Bio-Refinery Cilacap yang ditargetkan masuk EPC 2027 dan beroperasi 2029.
Pupuk bersubsidi/Ilustrasi-JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto membenarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana menambah anggaran pupuk subsidi sebanyak Rp14 triliun. Menurut dia, hal ini disebabkan saat ini sudah memasuki musim tanam.
Airlangga mengatakan sementara itu selama musim tanam pupuk menjadi material yang penting untuk kebutuhan hara beberapa komoditas. “Makanya pak presiden minta anggaran ditambah Rp14 triliun. Kenapa harus ditambah? Karena Rp26 triliun itu tidak cukup dan setiap tahun kisarannya Rp35–40 triliun,” kata Airlangga seusai nyoblos di TPS 005, SMK Negeri 6 Jakarta Jl Prof. Joko Sutono Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (14/2/2024).
Airlangga menambahkan selama musim tanam harus dipastikan bahwa pupuk ada. Oleh sebab itu, dengan kebijakan baru petani juga boleh mengambil jatah pupuk selama setahun. “Yang paling penting untuk pertanian adalah siklus tanam, jadi tidak perlu menunggu siklus anggaran,” ungkapnya. Dengan kebijakan tersebut, Airlangga mengatakan pemerintah berharap bahwa panen di Indonesia ke depan aman.
Baca Juga
Alokasi Pupuk Bersubsidi 2024 di Bantul Menurun Drastis
Tak Cuma BLT, Jokowi Juga Tambah Alokasi Pupuk Bersubsidi Jelang Pemilu
Aturan Direvisi, Pupuk Bersubsidi Bakal Bisa Didapatkan hanya dengan Menunjukkan KTP
Keputusan Jokowi menambah anggaran Rp14 triliun untuk pupuk subsidi menjadi sorotan belakangan ini, lantaran membuat alokasi belanja subsidi membengkak. Di sisi lain, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui situs resminya mencatat pemberian subsidi pupuk kepada para petani bertujuan untuk menekan laju inflasi pangan yang cukup tinggi pada 2022.
Lonjakan pangan yang terjadi disebabkan karena dampak dari pandemi Covid-19, kenaikan BBM subsidi, hingga dampak dari konflik Rusia, dan Ukraina. Kementan mencatat konflik Ukraina dan Rusia telah berdampak pada petani di Indonesia. Sebanyak lima pabrik pupuk di Indonesia masih mengambil bahan baku dari kedua negara tersebut. Alhasil, kapal pengangkut bahan pupuk masih sangat terkendala. Hal tersebut yang menjadi salah satu faktor kelangkaan pupuk, yang banyak dikeluhkan oleh masyarakat petani saat ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pertamina menyiapkan investasi Rp19,8 triliun untuk Green Bio-Refinery Cilacap yang ditargetkan masuk EPC 2027 dan beroperasi 2029.
Dishub Sleman menata parkir Lapangan Beran Tridadi dengan tarif Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 bagi mobil saat non-event.
Daftar pemenang MTV VMAs 2026 lengkap. Madonna meraih tujuh piala, sedangkan Taylor Swift mencetak rekor baru dalam sejarah VMA.
Kemenimipas mengungkap hasil investigasi temuan Ombudsman di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural dinonaktifkan terkait peristiwa tersebut.
Siaga darurat kekeringan Bantul diperpanjang hingga akhir 2026. Sebanyak 752 tangki air telah disalurkan ke 12.186 jiwa.
Progres Bendungan Jragung mencapai 97% dan ditargetkan selesai Desember 2026 untuk menopang irigasi 4.500 hektare sawah.