Pengangguran DIY Naik Jadi 70.560 Orang, Ini Penyebab Menurut BPS
Pengangguran DIY naik menjadi 70.560 orang pada Mei 2026. BPS dan Disnakertrans mengungkap penyebab serta strategi menekan TPT.
Tampilan muka laman web layanan data koperasi dan UKM Sibakul Jogja yang dikembangkan Diskop UKM DIY./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) DIY menyebut kendala utama dalam kurasi SiBakul adalah terkait konsistensi.
Kepala Dinkop UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi mengatakan sebelumnya kendala yang dialami adalah terkait foto dan kemasan produk. Terkait dengan foto produk saat ini sudah ada fasilitas yang bisa diakses secara gratis. Semua kendala ini, kata Siwi, setelah dilakukan evaluasi bisa dibenahi bersama-sama.
"Biasanya konsistensi ya [yang jadi kendala] karena kan kalau bicara ini mulai bertahap. Kalau dulu mungkin foto produk, tapi variasi mungkin packagingnya ada," ujar dia, Selasa (27/2/2024).
Dia menjelaskan dari sisi ide dan gagasan produk UKM saat ini sudah bagus. Namun yang paling penting adalah continuitas, kualitas, dan kualitas. Terkait dengan kualitas harus benar-benar diperhatikan, jangan sampai berubah.
Misalnya saat beli produk awalnya enak, saat beli berikutnya tidak enak, sehingga diperlukan Standard Operating Procedure (SOP). Oleh karena itu, modul di dalam pelatihan salah satunya terkait penyusunan SOP.
"Saat mereka melakukan kegiatan kadang UKM begitu yang bersangkutan pergi terus nggak memproduksi, harapannya jika sudah berjalan owner pergi ini sudah bisa jalan, dengan SOP yang sudah disusun," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan Kulonprogo dan Gunungkidul menjadi dua daerah yang terus didorong UKM nya berkaitan dengan kondisi demografi yang berpengaruh pada ongkos kirim. Jika dilihat dari sisi produk UKM dari dua daerah ini sudah baik.
"Pemda DIY bekerja sama dengan Kantor Pos karena kan armadanya sampai kecamatan-kecamatan, ini jadi strategi. Kami juga mendorong para pelaku UKM yang ada di wilayah tersebut untuk aktif ikut SiBakul," jelasnya.
BACA JUGA: Asyiik! Anggaran Free Ongkir Sibakul Tahun Ini Naik Jadi Rp3 Miliar
Sebelumnya, Pemda DIY menyiapkan anggaran untuk gratis ongkos kirim (ongkir) bagi UMKM mitra SiBakul Rp3 miliar tahun ini.
Kabid Kewirausahaan Dinas Koperasi UKM DIY, Wisnu Hermawan mengatakan program free Ongkir ini sudah berjalan tiga tahun dan tahun ini masuk tahun keempat. "Rp3 miliar, semoga awal Februari bisa jalan. Sekitar 5.000 an UMKM telah terfasilitasi," ucapnya.
Dia berharap semakin banyak UMKM yang terfasilitasi dengan peningkatan anggaran free ongkir SiBakul ini. "Awalnya cuma 200 [yang terfasilitasi] berkembang sampai 5.000," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengangguran DIY naik menjadi 70.560 orang pada Mei 2026. BPS dan Disnakertrans mengungkap penyebab serta strategi menekan TPT.
Jadwal perpanjangan SIM Sleman Agustus 2026 di Satpas, MPP, SCH, dan SIMMADE lengkap dengan syarat, lokasi, dan jam pelayanan.
Cek rute Trans Jogja aktif dan tarif terbaru 2026. Pembayaran bisa memakai QRIS, GoPay, kartu elektronik, hingga kartu pelajar.
Jadwal DAMRI Bandara YIA lengkap dengan rute ke Sleman, Kota Jogja, Gamping, Condongcatur, dan tarif Rp80.000.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.