Atasi Krisis Air Bersih, Sumur Bor Senilai Rp488 Juta Dibangun di Selopamioro
DPRD DIY memantau sumur bor Rp488 juta di Selopamioro untuk membantu sekitar 350 KK menghadapi kesulitan air bersih.
Tampilan muka laman web layanan data koperasi dan UKM Sibakul Jogja yang dikembangkan Diskop UKM DIY./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) DIY menyebut kendala utama dalam kurasi SiBakul adalah terkait konsistensi.
Kepala Dinkop UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi mengatakan sebelumnya kendala yang dialami adalah terkait foto dan kemasan produk. Terkait dengan foto produk saat ini sudah ada fasilitas yang bisa diakses secara gratis. Semua kendala ini, kata Siwi, setelah dilakukan evaluasi bisa dibenahi bersama-sama.
"Biasanya konsistensi ya [yang jadi kendala] karena kan kalau bicara ini mulai bertahap. Kalau dulu mungkin foto produk, tapi variasi mungkin packagingnya ada," ujar dia, Selasa (27/2/2024).
Dia menjelaskan dari sisi ide dan gagasan produk UKM saat ini sudah bagus. Namun yang paling penting adalah continuitas, kualitas, dan kualitas. Terkait dengan kualitas harus benar-benar diperhatikan, jangan sampai berubah.
Misalnya saat beli produk awalnya enak, saat beli berikutnya tidak enak, sehingga diperlukan Standard Operating Procedure (SOP). Oleh karena itu, modul di dalam pelatihan salah satunya terkait penyusunan SOP.
"Saat mereka melakukan kegiatan kadang UKM begitu yang bersangkutan pergi terus nggak memproduksi, harapannya jika sudah berjalan owner pergi ini sudah bisa jalan, dengan SOP yang sudah disusun," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan Kulonprogo dan Gunungkidul menjadi dua daerah yang terus didorong UKM nya berkaitan dengan kondisi demografi yang berpengaruh pada ongkos kirim. Jika dilihat dari sisi produk UKM dari dua daerah ini sudah baik.
"Pemda DIY bekerja sama dengan Kantor Pos karena kan armadanya sampai kecamatan-kecamatan, ini jadi strategi. Kami juga mendorong para pelaku UKM yang ada di wilayah tersebut untuk aktif ikut SiBakul," jelasnya.
BACA JUGA: Asyiik! Anggaran Free Ongkir Sibakul Tahun Ini Naik Jadi Rp3 Miliar
Sebelumnya, Pemda DIY menyiapkan anggaran untuk gratis ongkos kirim (ongkir) bagi UMKM mitra SiBakul Rp3 miliar tahun ini.
Kabid Kewirausahaan Dinas Koperasi UKM DIY, Wisnu Hermawan mengatakan program free Ongkir ini sudah berjalan tiga tahun dan tahun ini masuk tahun keempat. "Rp3 miliar, semoga awal Februari bisa jalan. Sekitar 5.000 an UMKM telah terfasilitasi," ucapnya.
Dia berharap semakin banyak UMKM yang terfasilitasi dengan peningkatan anggaran free ongkir SiBakul ini. "Awalnya cuma 200 [yang terfasilitasi] berkembang sampai 5.000," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY memantau sumur bor Rp488 juta di Selopamioro untuk membantu sekitar 350 KK menghadapi kesulitan air bersih.
Jasad pria ditemukan mengambang di perairan Tanjung Kesirat, kawasan Pelabuhan Gesing, Gunungkidul. Korban teridentifikasi sebagai warga Mojokerto.
Lima motor cruiser di bawah Rp100 juta di Indonesia, mulai Benelli, QJMotor, CFMOTO, Morbidelli hingga Benda.
Persib memindahkan tiga laga kandang Oktober 2026 ke Si Jalak Harupat karena perawatan GBLA. Persib menargetkan kembali pada November.
Dinkes Kabupaten Magelang membekali 35 petugas Promkes dari puskesmas dan rumah sakit dengan kemampuan memanfaatkan AI dan menulis artikel.
Media Belanda menyoroti drama Timnas Indonesia vs Bangladesh 9-2 yang ditentukan tiga gol pada menit-menit akhir FIFA ASEAN Cup 2026.