Luar Biasa! RI Kantongi Pajak Digital dari Google Cs Sebesar Rp23 Triliun Lebih
Hingga 31 Maret 2024, DJP Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak dari sektor usaha ekonomi digital mencapai Rp23,04 triliun.
Ilustrasi pekerja mengangkut beras di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi harga bergejolak (volatile food) pada Februari 2024 mencapai 8,47% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, M. Habibullah menyampaikan bahwa inflasi volatile food tersebut memberikan andil terbesar terhadap inflasi umum pada Februari 2024. “Komponen ini memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan, sebesar 1,34 persen. Komoditas yang dominan adalah beras, cabai merah, daging ayam ras, tomat, bawang putih, dan telur ayam ras,” katanya dalam konferensi pers, Jumat (1/3/2024).
Dia menyampaikan, inflasi volatile food pada Februari 2024 pun merupakan yang tertinggi dalam 17 bulan terakhir. “Volatile food secara yoy 8,47 persen merupakan yang tertinggi sejak Oktober 2022. Pada September 2022 terjadi inflasi 9,02 persen,” katanya.
Habibullah mengatakan komponen yang memberikan andil terbesar selanjutnya yaitu inflasi inti dengan inflasi sebesar 1,68% (yoy) dan memberikan andil terhadap inflasi 1,08%.
“Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi di antaranya emas perhiasan, gula pasir, biaya kontrak rumah, nasi dengan lauk, dan biaya sewa rumah,” kata dia.
Sementara itu, inflasi pada komponen harga yang diatur pemerintah (administered prices) tercatat sebesar 1,67% dan memberikan andil terhadap inflasi 0,33%. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen ini, yaitu sigaret kretek mesin, tarif angkutan udara, sigaret kretek tangan, dan sigaret putih mesin.
Secara keseluruhan, BPS mencatat inflasi umum pada Februari 2024 mencapai 2,75% (yoy), lebih tinggi dari inflasi pada Januari 2024 yang sebesar 2,57%. Secara bulanan, inflasi umum tercatat sebesar 0,37% (month-to-month/mtm) yang utamanya juga didorong oleh komponen volatile food dengan inflasi sebesar 1,53% yang memberikan andil sebesar 0,25%. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah beras, cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras, dan kentang,” jelas Habibullah.
BACA JUGA: TPID DIY Siapkan Dua Langkah Ini untuk Cegah Inflasi Pangan Jelang Ramadan
Secara bulanan, komponen inti tercatat mengalami inflasi 0,14% dan memberikan andil inflasi 0,09%. Komoditas yang dominan memberikan inflasi adalah minyak goreng, nasi dengan lauk, emas perhiasan, dan mobil.
Selanjutnya, komponen harga yang diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 0,15% mtm dengan andil 0,03%. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi di antaranya sigaret kretek mesin dan tarif angkutan udara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Hingga 31 Maret 2024, DJP Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak dari sektor usaha ekonomi digital mencapai Rp23,04 triliun.
Volkswagen menunda peluncuran Golf EV hingga akhir dekade sambil fokus mengembangkan lini mobil listrik seri ID.
Maverick Viñales kembali tampil di MotoGP Catalunya 2026 setelah absen tiga seri akibat operasi bahu.
Tips traveling aman saat gelombang panas agar terhindar dari dehidrasi, heatstroke, dan kelelahan selama liburan.
Oscar Piastri diingatkan agar tidak terburu-buru meninggalkan McLaren meski masuk radar Red Bull Racing.
Konsumsi alkohol berlebihan dapat mengganggu performa seksual, mulai dari sulit ereksi hingga menurunnya sensitivitas tubuh.