The Body Shop Tutup Toko di AS dan Kanada, Begini Nasibnya di Indonesia

Afiffah Rahmah Nurdifa
Afiffah Rahmah Nurdifa Minggu, 17 Maret 2024 15:57 WIB
The Body Shop Tutup Toko di AS dan Kanada, Begini Nasibnya di Indonesia

Ilustrasi toko The Body Shop./Harian Jogja

Harianjogja.com, JAKARTA—The Body Shop Indonesia mengungkap nasib bisnis dan gerai di Tanah Air setelah ramai pemberitaan bangkrutnya perusahaan produk body care di Amerika Serikat dan Kanada. 

CEO The Body Shop Indonesia, Suzy Hutomo membagikan kabar terbaru dari perkembangan dan kelanjutan bisnisnya di Indonesia.  "Dengan banyaknya berita yang beredar tentang penutupan bisnis di Amerika Serikat dan Kanada belakangan ini, saya ingin memberi tahu Beauty Lovers bahwa The Body Shop Indonesia akan tetap ada dan terus berkembang di Indonesia," kata Suzy dikutip dari akun resmi @thebodyshopindo, Minggu (17/3/2024).

Dia menjelaskan status bisnis The Body Shop Indonesia yang saat ini berada di bawah naungan Global Head Franchise dengan pertumbuhan konsisten, terutama di Asia.

Dengan demikian, gerai yang ada di Indonesia beroperasi secara independen, berbeda dengan negara-negara yang dimiliki oleh The Body Shop International Ltd, seperti di Eropa dan Amerika. "Kami bangga menjadi bagian dari keluarga Global Head Franchise The Body Shop dan tentunya sangat antusias melayani Beauty Lovers," ujar dia.

Di sisi lain, dia mengatakan bahwa pihaknya akan selalu mempertahankan komitmen terhadap nilai-nilai otentik Anita Roddick, pendiri The Body Shop sehingga membuat bisnisnya terus berkembang.

BACA JUGA: Store The Body Shop di Pakuwon Mall Dirombak, Ada Pot dari 23.288 puntung rokok bekas

Sebelumnya, The Body Shop, perusahaan kosmetik asal Inggris, dilaporkan menutup kegiatan operasionalnya di Amerika Serikat dan menutup sejumlah toko di Kanada.

Pada awal bulan ini, The Body Shop dalam keterangan resminya telah mengumumkan bahwa anak usahanya di Amerika Serikat tidak lagi beroperasi efektif sejak 1 Maret 2024.  

Melansir CNN, The Body Shop menjelaskan bahwa 33 dari 105 tokonya di Kanada akan segera dilikuidasi.   "Penjualan online melalui e-commerce toko Kanada akan berhenti, tetapi semua lokasi di Kanada akan tetap dibuka untuk saat ini," tulis CNN dikutip, Senin (11/3/2024). 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online