Hanya Desil 1-4 yang Bisa Terima Bansos Agustus 2026, Cek Datanya
Bansos Agustus 2026 mengacu DTSEN. Cek status penerima, desil, serta cara memperbarui dan menyanggah data melalui kanal resmi.
Suasana Jalan Malioboro saat long weekeng dipadati oleh wisatawan domestik dan mancanegara, Kamis (29/6/2023). Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) menyebut kunjungan wisata DIY melemah dibanding Lebaran tahun lalu. Peneliti Senior Pusat Studi Pariwisata (Puspar) Universitas Gadjah Mada (UGM), M Baiquni mengatakan beberapa periode terakhir wisata saat Lebaran di DIY tidak mencapai target.
Faktor yang pertama menurutnya adalah terkait dengan akses berupa jalan tol ke DIY yang belum rampung. Sehingga masyarakat memilih lokasi wisata yang lebih mudah aksesnya.
Selain itu, ia menyebut daya beli masyarakat juga sedang turun. Tidak hanya di DIY kota lain seperti Solo, Semarang juga mengalami hal yang sama. Krisis global, Pemilu yang baru saja rampung sedikit banyak juga berdampak pada perekonomian. Ada juga variabel kebudayaan, di mana masyarakat lebih memilih tidur di rumah keluarga atau orang tuanya daripada ke hotel.
"Jogja harus meningkatkan kualitas pelayanan dan performa wisatanya. Tradisi Lebaran orang lebih memilih di rumah, enggak ke hotel," katanya, Selasa (16/4/2024).
BACA JUGA: IHSA Sebut Wisatawan Jogja Pilih Homestay karena Lebih Murah
Selain ekonomi yang lesu, menurutnya banyak juga keluarga yang sedang menyiapkan anak-anaknya untuk masuk sekolah. Sehingga menjadi salah satu pertimbangan di dalam membelanjakan uangnya.
Lebih lanjut dia mengatakan untuk mendongkrak wisatawan perlu ada atraksi yang menarik dan inovatif. Pelayanan prima dan kekhasan Jogja perlu ditonjolkan.
"Keluarga siapkan anaknya masuk sekolah, ngerem pendanaan, mending silaturahmi dan menginap di keluarga," katanya.
Ia menyebut penurunan ini harus dilihat dari kacamata kritis pola mudik Lebaran. Sehingga bisa dipetakan inovasi apa yang diperlukan untuk menarik masyarakat beraktivitas di hotel.
Berbagai pandangan dari pemangku kebijakan, pengamat, dan pelaku wisata diperlukan untuk menentukan kebijakan. Ia menekankan peristiwa libur Lebaran adalah peristiwa kebudayaan tradisi keagamaan.
"Harus dibaca oleh hotel dan restoran. Tahun-tahun mendatang kalau tol sudah jadi bisa memilih istirahat di Jogja," tuturnya.
Menurutnya di luar peristiwa Lebaran, DIY masih unggul di sektor pariwisata khususnya terkait study tour. DIY juga masih menjadi kota tujuan sehingga masih akan reborn untuk aktivitas meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). "Jangan kecil hati karena keunggulan Jogja adalah wisata terkait pendidikan," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bansos Agustus 2026 mengacu DTSEN. Cek status penerima, desil, serta cara memperbarui dan menyanggah data melalui kanal resmi.
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest