Kunjungan ke Mal di Jogja Melonjak saat Long Weekend, Diprediksi Capai 50 Persen

Anisatul Umah
Anisatul Umah Sabtu, 11 Mei 2024 14:37 WIB
Kunjungan ke Mal di Jogja Melonjak saat Long Weekend, Diprediksi Capai 50 Persen

Foto ilustrasi. /Ist-Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APBI) DIY, Surya Ananta mengatakan pada libur panjang Kenaikan Yesus Kristus pekan ini terjadi lonjakan kunjungan ke mal sekitar 20-30%. Di akhir pekan dia memperkirakan lonjakan lebih tinggi lagi hingga mencapai 50% dibandingkan hari-hari biasa.

Menurutnya di momen libur panjang ini banyak masyarakat dari DIY dan luar kota yang berkunjung ke resto dan non resto seperti fashion. Ia menyebut lonjakan akan terjadi sampai Minggu (12/5/2024), setelah itu akan kembali normal. "Antara 20-30 persen, weekend perkiraan lebih tinggi lagi mungkin bisa 50 persen lebih," ucapnya, Sabtu (11/5/2024).

BACA JUGA : Jalur Trans Jogja, Melewati Kampus Mal hingga Destinasi Wisata

Surya menyampaikan capaian peningkatan kunjungan di momen libur panjang kali ini sesuai proyeksi. Ia menyebut peningkatan kunjungan terbagi menjadi tiga tingkatan, tinggi, sedang, dan sedikit diatas harian normal. Peningkatan kunjungan kali ini masuk kategori sedang.

Dia menjelaskan saat ini pengunjung di mal dominan untuk leisure atau entertain. Pengunjung keluarga prioritas utamanya untuk makan, kemudian jika membawa anak kecil diajak untuk bermain.

Banyaknya opsi tempat makan di mal menurutnya berdampak positif pada kunjungan mal. Di sisi lain sambil makan dan bermain akan berdampak juga pada penjualan fashion.

BACA JUGA : Mall di DIY Berkomitmen Sediakan Charging Station untuk Kendaraan Listrik

Surya menjelaskan, biasanya sambil berjalan pengunjung mal akan menemukan produk yang dibutuhkan atau diskon yang sesuai. Sehingga mampir dan membeli. "Meski pun mereka ada kebutuhan belanja, tetapi selalu diimbangi prioritas utama makan," katanya.

Ia menyebut tren belanja online tidak serta merta berdampak pada penurunan penjualan ritel di mal. Tenant dari brand fashion tetap tumbuh di mal, dan buka toko di sana sini. Sementara ini, kata Surya, belanja online dan offline masih saling melengkapi. "Enggak otomatis online memakan offline, brand fashion tetap tumbuh dan buka toko," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online