Mentan Siapkan Transformasi Pertanian dari Tradisional ke Modern

Newswire
Newswire Senin, 20 Mei 2024 22:17 WIB
Mentan Siapkan Transformasi Pertanian dari Tradisional ke Modern

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (dua kiri) memaparkan upaya peningkatan pertanian Indonesia ketika kunjungan kerja di Vietnam, demi bisa mendapatkan dukungan dari pemerintah itu, di Vietnam, Minggu (19/5/2024). ANTARA/HO-Humas Kementan

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Pertanian tengah mempersiapkan transformasi pertanian tradisional ke modern melalui optimasi lahan rawa dan mekanisasi dengan melakukan kunjungan kerja di Vietnam, guna mendapatkan dukungan dari pemerintah setempat.

“Kami ingin Vietnam memberi dukungan penuh terhadap upaya Indonesia dalam mengembangkan lahan rawa sebagai lahan produktif bagi kepentingan pertanian Indonesia,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam keterangan di Jakarta, Senin (20/5/2024).

Dalam kunjungan kerja di Vietnam, Amran memaparkan kepada Menteri Pertanian dan Pembangunan Desa Vietnam Le Minh Hoan sedang mengembangkan pertanian padi di lahan rawa terutama di bidang agronomi khususnya varietas bibit padi untuk lahan rawa yang memiliki produktivitas tinggi.

Mentan mengatakan Vietnam dan Indonesia adalah dua negara besar yang sama-sama memiliki potensi pertanian luar biasa. Khusus di Indonesia, Mentan menyampaikan pemerintah terus mereformasi pertanian tradisional ke pertanian modern yang lebih efisien serta mampu menekan biaya hingga 50 persen.

"Teknologi dan mekanisasi yang presisi adalah poin yang juga kami sampaikan (kepada pihak Vientnam) untuk meningkatkan produktivitas dan indeks pertanaman padi di lahan rawa," katanya.

Baca Juga

DPP Gunungkidul Mengaku Perlu Optimasi Lahan Pertanian

SYL Bebani Anak Buah di Kementan Rp800 Juta untuk Jalan-jalan ke Brasil dan AS

30.701 Hektar Lahan Pertanian Gunungkidul Dipanen, Petani Untung

Indonesia, kata Mentan, telah melakukan upaya dalam mengelola sektor pertanian yang lebih maju. Salah satu fokus utamanya adalah memperkuat program ketahanan pangan untuk komoditas beras, jagung, dan kedelai melalui penyediaan input yang berkualitas kepada petani.

Di sisi lain, Mentan menyampaikan Indonesia juga terus mengembangkan sistem pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan.

"Perlu kami sampaikan Indonesia juga memiliki cita-cita menjadi pemasok pangan bagi kebutuhan masyarakat global," katanya.

Indonesia berhasil mewujudkan swasembada pangan pada 3 tahun sebelumnya. Saat itu, kebutuhan dalam negeri dalam kondisi melimpah sehingga menjadi salah satu kekuatan pangan di Asean.

“Untuk saat ini, pemerintah juga tengah melakukan upaya percepatan melalui perluasan areal tanam dan juga pompanisasi,” kata Amran.

Sebelumnya Mentan Andi Amran Sulaiman telah menandatangani kerja sama mengenai pembentukan kelompok kerja pertanian sebagai forum formal yang saling menguntungkan antara Indonesia dan Vietnam.

Mentan juga diagendakan akan menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Pertanian dan Perdagangan Republik China Tang Renjian. Keduanya juga akan membahas pertanian masa depan seperti perluasan areal tanam dan penanggulangan dampak El Nino yang melanda seluruh dunia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online