OJK: Net Sell Asing Mulai Mereda, Pasar Modal RI Kian Stabil
OJK menyebut tekanan jual investor asing di pasar modal mulai mereda dan menyiapkan reformasi untuk meningkatkan daya saing serta kepercayaan investor.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (dua kiri) memaparkan upaya peningkatan pertanian Indonesia ketika kunjungan kerja di Vietnam, demi bisa mendapatkan dukungan dari pemerintah itu, di Vietnam, Minggu (19/5/2024). ANTARA/HO-Humas Kementan
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Pertanian tengah mempersiapkan transformasi pertanian tradisional ke modern melalui optimasi lahan rawa dan mekanisasi dengan melakukan kunjungan kerja di Vietnam, guna mendapatkan dukungan dari pemerintah setempat.
“Kami ingin Vietnam memberi dukungan penuh terhadap upaya Indonesia dalam mengembangkan lahan rawa sebagai lahan produktif bagi kepentingan pertanian Indonesia,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam keterangan di Jakarta, Senin (20/5/2024).
Dalam kunjungan kerja di Vietnam, Amran memaparkan kepada Menteri Pertanian dan Pembangunan Desa Vietnam Le Minh Hoan sedang mengembangkan pertanian padi di lahan rawa terutama di bidang agronomi khususnya varietas bibit padi untuk lahan rawa yang memiliki produktivitas tinggi.
Mentan mengatakan Vietnam dan Indonesia adalah dua negara besar yang sama-sama memiliki potensi pertanian luar biasa. Khusus di Indonesia, Mentan menyampaikan pemerintah terus mereformasi pertanian tradisional ke pertanian modern yang lebih efisien serta mampu menekan biaya hingga 50 persen.
"Teknologi dan mekanisasi yang presisi adalah poin yang juga kami sampaikan (kepada pihak Vientnam) untuk meningkatkan produktivitas dan indeks pertanaman padi di lahan rawa," katanya.
Baca Juga
DPP Gunungkidul Mengaku Perlu Optimasi Lahan Pertanian
SYL Bebani Anak Buah di Kementan Rp800 Juta untuk Jalan-jalan ke Brasil dan AS
30.701 Hektar Lahan Pertanian Gunungkidul Dipanen, Petani Untung
Indonesia, kata Mentan, telah melakukan upaya dalam mengelola sektor pertanian yang lebih maju. Salah satu fokus utamanya adalah memperkuat program ketahanan pangan untuk komoditas beras, jagung, dan kedelai melalui penyediaan input yang berkualitas kepada petani.
Di sisi lain, Mentan menyampaikan Indonesia juga terus mengembangkan sistem pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan.
"Perlu kami sampaikan Indonesia juga memiliki cita-cita menjadi pemasok pangan bagi kebutuhan masyarakat global," katanya.
Indonesia berhasil mewujudkan swasembada pangan pada 3 tahun sebelumnya. Saat itu, kebutuhan dalam negeri dalam kondisi melimpah sehingga menjadi salah satu kekuatan pangan di Asean.
“Untuk saat ini, pemerintah juga tengah melakukan upaya percepatan melalui perluasan areal tanam dan juga pompanisasi,” kata Amran.
Sebelumnya Mentan Andi Amran Sulaiman telah menandatangani kerja sama mengenai pembentukan kelompok kerja pertanian sebagai forum formal yang saling menguntungkan antara Indonesia dan Vietnam.
Mentan juga diagendakan akan menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Pertanian dan Perdagangan Republik China Tang Renjian. Keduanya juga akan membahas pertanian masa depan seperti perluasan areal tanam dan penanggulangan dampak El Nino yang melanda seluruh dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
OJK menyebut tekanan jual investor asing di pasar modal mulai mereda dan menyiapkan reformasi untuk meningkatkan daya saing serta kepercayaan investor.
Bank Sampah Berlian 08 di Jogja memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar pirolisis sampah plastik residu sehingga proses lebih cepat dan hemat.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M