Dinas Pertanian DIY: Panen Padi Hampir Rampung

Anisatul Umah
Anisatul Umah Kamis, 06 Juni 2024 19:37 WIB
Dinas Pertanian DIY: Panen Padi Hampir Rampung

Ilustrasi panen padi - ist/ngawikab.go.id

Harianjogja.com, JOGJA— Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY menghitung luas panen di DIY hingga Mei 2024 sudah 90% dan hampir rampung.

Plt. Kepala DPKP DIY, R. Hery Sulistio Hermawan mengatakan panen di Kabupaten Sleman dominan di sisi Barat seperti Minggir, Moyudan, dan Seyegan. Sementara di Kabupaten Bantul hampir merata. Kemudian di Kabupaten Kulonprogo panen disekitar Kapanewon Temon dan Galur. Dia menyebut di bulan ini DPKP melakukan evaluasi panen padi untuk menghitung produksi.

"Perhitungan kami luas panen padi untuk bulan Mei tercapai 90 persen, hampir seluruhnya," ucapnya, Kamis (6/6/2024).

Dia menjelaskan luas panen padi di DIY berdasarkan data Penguatan Data Pangan Strategis (PDPS) 8.201 hektare atau setara dengan 52.379 ton Gabah Kering Giling (GKG).

Berdasarkan data dari petugas harga GKG ada di kisaran Rp6.200-Rp7.200 per kg untuk jenis pulen. Sementara beras medium medium di tingkat penggilingan mulai dari Rp11.000-Rp13.500 per kg. "Luas panen padi di DIY via PDPS ada 8.201 hektar," tuturnya.

Baca Juga

Dinas Pertanian Sebut Panen Padi DIY Sudah Capai 90%

BMKG DIY Imbau Masyarakat Waspada Kebakaran Lahan dan Gagal Panen saat Musim Kemarau

Panen Raya Maret-April Diprediksi Mencapai 8,46 juta ton

Sementara itu, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) kembali memperpanjang relaksasi harga eceran tertinggi (HET) untuk beras medium dan premium. Melalui surat Kepala Badan Pangan Nasional kepada stakeholder perberasan Nomor 160/TS.02.02/K/5/2024 tertanggal 31 Mei 2024.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY menyebut meski HET beras naik masyarakat lebih suka beras selain beras Penugasan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Kepala Disperindag DIY, Syam Arjayanti mengatakan hal ini dikarenakan harga beras mulai turun. Berbeda dengan sebelumnya saat beras mahal, SPHP banyak dicari masyarakat.

"Benar [HET naik]. Ada kecenderungan masyarakat lebih suka beras selain SPHP," ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online