Bansos DIY Menuju Digital 2027, Data Warga Terus Dimutakhirkan
Bansos DIY disiapkan digital mulai 2027. Pendataan warga berjalan, termasuk 128.000 warga Sleman dan proses sanggah penerima terindikasi judol.
Ilustrasi pasar modal. /Bisnis Indonesia-Dedi Gunawan
Harianjogja.com, JOGJA— Bursa Efek Indonesia (BEI) Yogyakarta menyampaikan sampai saat ini belum ada perusahaan di DIY yang mendaftar Initial Public Offering (IPO). Kepala BEI Yogyakarta, Irfan Noor Riza mengatakan beberapa perusahaan dari berbagai sektor sudah datang ke kantor BEI DIY untuk mencari informasi terkait dengan IPO.
"Mencari informasi tentang IPO, tapi memang sampai saat ini belum ada yang daftar," ucapnya, Selasa (10/9/2024).
Irfan berharap di akhir tahun 2024 atau di awal 2025 nanti akan ada perusahaan DIY yang mendaftarkan diri untuk IPO di BEI. Ia menyebut dibutuhkan waktu panjang untuk mempersiapkan IPO.
Sehingga ada beberapa kendala bagi perusahaan di DIY untuk melantai di pasar modal. Seperti soal transparansi laporan keuangan."Kami harap ada perusahaan yang siap mendaftar," lanjutnya.
Sementara itu, BEI mencatat sampai dengan 30 Agustus 2024 tercatat sudah ada 34 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan dana dihimpun Rp5,15 triliun.
BACA JUGA: Kadin Sebut Akan Ada Perusahaan dari DIY IPO Tahun Ini
"Hingga saat ini, terdapat 23 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna dalam keterangan resminya.
Dia menjelaskan klasifikasi aset perusahaan yang saat ini berada dalam pipeline merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017 terdiri dari 1 Perusahaan aset skala kecil. (aset dibawah Rp50 Miliar), 17 Perusahaan aset skala menengah. (aset antara Rp50 Miliar-Rp250 Miliar), dan 5 Perusahaan aset skala besar (aset diatas Rp250 Miliar).
Secara lebih rinci terdiri dari 3 perusahaan dari sektor basic materials, 4 perusahaan dari sektor consumer cyclicals, 4 perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals, 4 perusahaan dari sektor energy, 1 perusahaan dari sektor financials.
Lalu 1 perusahaan dari sektor healthcare, 2 perusahaan dari sektor industrials, 2 perusahaan dari sektor infrastructures, 1 perusahaan dari sektor technology, dan 1 perusahaan dari sektor transportation & logistic. (Anisatul Umah)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bansos DIY disiapkan digital mulai 2027. Pendataan warga berjalan, termasuk 128.000 warga Sleman dan proses sanggah penerima terindikasi judol.
Aduan sampah di Sleman naik sekitar 40% pada 2026. Pembakaran sampah menjadi salah satu laporan yang paling banyak ditangani Satpol PP.
Pilur serentak Gunungkidul digelar 26 September 2026. Sebanyak 630 personel TNI-Polri disiapkan untuk pengamanan pemilihan.
Harga chip memori Apple dengan Samsung dilaporkan naik 30%–40%. Kondisi ini berpotensi memengaruhi harga iPhone pada 2027.
Jingdezhen dikenal sebagai kota asal porselen biru-putih Tiongkok. Simak sejarah, legenda, teknologi tungku, hingga qingbai.
Petani urban Pakualaman didorong mengembangkan budidaya anggrek sebagai peluang usaha melalui Bintek Budidaya Anggrek Lanjutan.