El Nino Mulai Diwaspadai, Bulog DIY Perkuat Cadangan Beras
Bulog Yogyakarta memastikan stok beras DIY aman mencapai 87 ribu ton di tengah ancaman El Nino dan musim kering 2026.
Ilustrasi pasar modal. /Bisnis Indonesia-Dedi Gunawan
Harianjogja.com, JOGJA— Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) DIY menyebut tahun ini akan ada perusahaan yang Initial Public Offering (IPO) dari DIY. Wakil Ketua Bidang Keuangan, Perbankan, Keuangan Syariah, dan Pasar Modal Kadin DIY, Wawan Harmawan mengatakan proses IPO tidak mudah, butuh waktu satu hingga dua tahun.
Di Kadin DIY menurutnya ada komite yang membidangi pasar modal. Dari Bursa Efek Indonesia (BEI) juga melakukan sosialisasi. Dia mengatakan beberapa hotel di DIY sudah IPO seperti Eastparc. Saat ini beberapa perusahaan lokal juga sedang proses IPO.
"Kayanya ada juga [IPO tahun ini] 1-2 perusahaan. Belum bisa ekspose sektornya," ucapnya, Jumat (14/6/2024).
Lebih lanjut dia mengatakan, ada beberapa hal yang perlu disiapkan sebelum IPO. Misalnya tentang pembukuan, kapasitas aset, hingga prospek perusahaan.
Wawan mengatakan sebelum membeli saham tentu akan dilihat dahulu seperti apa kondisi perusahaannya. Meski prosesnya tidak mudah, dia menyebut banyak yang tertarik untuk IPO.
Setelah IPO, kata Wawan, kepemilikan saham akan berubah. Dan IPO tidak semata-mata untuk mencari dana, namun juga melihat impact dan peruntukan dananya.
BACA JUGA: BEI Catat Ada 29 Perusahaan Antre IPO
"IPO bukan untuk utang, jadi orang percaya menaruh dana. Masyarakat melihat prospek," lanjutnya.
CEO & Founder RUN System, Sonny Rahmadi Purnomo mengatakan RUN System dengan kode saham RUNS sudah IPO pada 2021. Menurutnya RUN System bersama dengan IDX Incubator aktif mengajak perusahaan dari DIY untuk IPO. Menurutnya banyak benefit yang didapat dari IPO, khususnya dampak ke konsumen. Misalnya saat kerjasama dengan perusahaan asing seperti Eropa.
"Aturannya banyak sebagai Tbk, regulator OJK dan BEI harus melindungi pemegang saham minoritas publik," tuturnya.
Kepala BEI Yogyakarta, Irfan Noor Riza mengatakan beberapa UMKM ini mengaku tertarik untuk IPO. Mereka ingin mengikuti jejak UMKM DIY yang sebelumnya sudah IPO.
"Beberapa perusahaan berskala UMKM di DIY yang mulai mencari informasi pada kami dan mereka mengatakan tertarik untuk IPO," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bulog Yogyakarta memastikan stok beras DIY aman mencapai 87 ribu ton di tengah ancaman El Nino dan musim kering 2026.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.