Ekonomi Jogja Tumbuh 5,84 Persen, Ini Sektor Paling Moncer
Ekonomi DIY tumbuh 5,84% pada triwulan I 2026, didorong sektor pariwisata, konsumsi, dan investasi.
Saham - Foto ilustrasi dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Jumlah investor pasar modal di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus mengalami pertumbuhan. Hingga September 2025, BEI Kantor Perwakilan Yogyakarta mencatat sebanyak 282.074 orang telah menjadi investor, di mana sekitar 30% di antaranya merupakan mahasiswa termasuk generasi Z.
Kepala BEI Yogyakarta, Irfan Noor Riza, mengatakan tingginya partisipasi mahasiswa menjadi peluang besar karena dalam 5–7 tahun ke depan mereka akan mulai bekerja dan memiliki modal lebih besar untuk berinvestasi. “Dari total investor per September 282.074, sekitar 30%-nya mahasiswa, termasuk Gen Z. Ini potensi dan peluang luar biasa,” ujar Irfan.
Tahun ini BEI Yogyakarta menargetkan penambahan 50.000 investor baru. Hingga September, capaian sudah melampaui target dengan tambahan 52.219 investor baru. Rata-rata penambahan per bulan mencapai 5.800 investor. Jika tren ini konsisten, BEI Yogyakarta optimistis jumlah investor di akhir tahun bisa menembus 300.000 orang.
Untuk mendorong pertumbuhan lebih lanjut, BEI Yogyakarta berencana meluncurkan program inklusi massal pada akhir tahun atau awal tahun depan. Tahun depan, target penambahan investor ditetapkan antara 75.000–100.000 orang, seiring prospek pertumbuhan ekonomi dan kondisi inflasi yang masih kondusif.
Irfan juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati agar tidak terjebak dalam fenomena Fear of Missing Out (FOMO). Meski banyak platform edukasi daring tersedia, tidak semuanya dapat dipercaya. Ia mendorong calon investor belajar melalui saluran resmi BEI, seperti akun media sosial resmi maupun Sekolah Pasar Modal (SPM) yang diselenggarakan secara rutin.
“Warga Yogyakarta bisa mengakses Sekolah Pasar Modal dan Galeri Investasi di kampus secara gratis. Bahkan beberapa kelas menyediakan reward berupa top up untuk peserta. Program ini terbuka bagi siapa saja yang ingin memahami pasar modal dengan benar,” kata Irfan.
Dengan semakin banyaknya mahasiswa dan generasi muda yang tertarik berinvestasi, BEI Yogyakarta optimistis pertumbuhan investor akan berlanjut. Hal ini dinilai akan memberi dampak positif bagi literasi keuangan masyarakat dan memperkuat ekosistem pasar modal di DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekonomi DIY tumbuh 5,84% pada triwulan I 2026, didorong sektor pariwisata, konsumsi, dan investasi.
Banjir Semarang 2026 melanda Tugu dan Ngaliyan. 313 KK terdampak, satu lansia hilang, tanggul Sungai Plumbon jebol.
Lonjakan penumpang KA Daop 6 Yogyakarta naik hingga 91% saat libur panjang. KAI tambah 7 perjalanan kereta.
DPRD DIY soroti dokumen renovasi Mandala Krida yang belum lengkap. MC-0 dan DED 2026 terancam tertunda.
SPMB Sleman 2026 dibuka dengan jalur prestasi, domisili, afirmasi, dan mutasi. Ini syarat dan ketentuan lengkapnya.
Jadwal SIM Keliling Jogja Mei 2026 lengkap di Alun-Alun Kidul, Sasono Hinggil, dan MPP. Cek lokasi, jam, dan syarat perpanjangan SIM A dan C terbaru.