Investor Saham Jogja Tembus 322 Ribu, Tumbuh 30 Persen dalam Setahun
Jumlah investor saham di Jogja tembus 322 ribu per April 2026. Tumbuh 30% setahun, didorong edukasi dan minat generasi muda.
Foto ilustrasi karyawan industri tekstil - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Indonesia berpeluang menikmati tarif ekspor nol persen ke Amerika Serikat untuk produk tekstil dan apparel melalui skema tariff rate quota (TRQ) usai penandatanganan Agreement on Reciprocal Tariff (ART). Meski demikian, kebijakan tersebut dinilai belum memberi efek cepat terhadap ketenagakerjaan industri tekstil di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Wakil Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) DIY, Timotius Apriyanto, mengatakan dampak kebijakan tarif nol persen ke AS baru akan terasa pada tahun depan, seiring membaiknya kondisi industri tekstil secara bertahap.
“Tidak serta-merta berdampak di tahun ini. Kemungkinan baru terasa tahun depan saat industri manufaktur pertekstilan mulai pulih,” kata Timotius, Jumat (27/2/2026).
Ia menjelaskan, sepanjang 2026 industri tekstil DIY masih berada dalam fase bertahan (survival). Permintaan ekspor tahun ini relatif sudah terpetakan sejak tahun sebelumnya karena perencanaan ekspor umumnya disusun jauh hari.
Menurutnya, pada akhir semester I maupun semester II, arah dan target ekspor untuk 2027 sebenarnya sudah mulai dipetakan oleh pelaku industri. Karena itu, efek kebijakan perdagangan internasional baru terlihat dalam jangka menengah.
Meski belum berdampak signifikan, Timotius memprediksi risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor tekstil DIY tahun ini akan menurun dibandingkan tahun lalu. Pada 2025, tercatat hampir 2.600 pekerja tekstil di DIY terdampak PHK.
“Untuk tahun ini harapannya PHK bisa lebih sedikit dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.
Ia menambahkan, kunci pemulihan industri tekstil ada pada stimulus kebijakan pemerintah. Beberapa di antaranya berupa diskon tarif listrik industri, subsidi bahan bakar minyak (BBM), hingga keberlanjutan program bantuan subsidi upah.
Timotius mendorong agar subsidi upah diberikan kepada pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta dan berlangsung minimal selama enam bulan. Menurutnya, durasi bantuan yang terlalu singkat tidak memberi efek nyata terhadap daya beli.
“Kalau hanya dua bulan, habis untuk konsumsi. Tapi kalau enam bulan, daya beli pekerja bisa terdongkrak dan ikut menggerakkan ekonomi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumlah investor saham di Jogja tembus 322 ribu per April 2026. Tumbuh 30% setahun, didorong edukasi dan minat generasi muda.
Lurah Condongcatur jadi tersangka kasus dugaan korupsi sewa Tanah Kas Desa tanpa izin, kerugian negara capai Rp1 miliar.
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi meminta seluruh sektor untuk terus bersinergi dalam mempertahankan provinisinya sebagai lumbung pangan nasional.
Topan Chanmi menerjang Jepang, lebih dari 200 ribu warga Kagoshima dievakuasi, ribuan rumah terdampak dan listrik padam.
Kemenag DIY pastikan kepulangan jemaah haji 2026 via YIA lebih cepat tanpa transit hotel, langsung menuju daerah asal.
Pria asal Boyolali meninggal usai terjatuh dari motor di flyover Manahan Solo, diduga kelelahan setelah beraktivitas.