YIA Baru Tampung 4 Juta Penumpang, Koridor Joglosemar Dikebut
YIA baru dimanfaatkan sekitar 25% dari kapasitasnya. DIY mempercepat pengembangan koridor Joglosemar untuk mendongkrak wisatawan.
Foto ilustrasi karyawan industri tekstil - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Indonesia berpeluang menikmati tarif ekspor nol persen ke Amerika Serikat untuk produk tekstil dan apparel melalui skema tariff rate quota (TRQ) usai penandatanganan Agreement on Reciprocal Tariff (ART). Meski demikian, kebijakan tersebut dinilai belum memberi efek cepat terhadap ketenagakerjaan industri tekstil di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Wakil Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) DIY, Timotius Apriyanto, mengatakan dampak kebijakan tarif nol persen ke AS baru akan terasa pada tahun depan, seiring membaiknya kondisi industri tekstil secara bertahap.
“Tidak serta-merta berdampak di tahun ini. Kemungkinan baru terasa tahun depan saat industri manufaktur pertekstilan mulai pulih,” kata Timotius, Jumat (27/2/2026).
Ia menjelaskan, sepanjang 2026 industri tekstil DIY masih berada dalam fase bertahan (survival). Permintaan ekspor tahun ini relatif sudah terpetakan sejak tahun sebelumnya karena perencanaan ekspor umumnya disusun jauh hari.
Menurutnya, pada akhir semester I maupun semester II, arah dan target ekspor untuk 2027 sebenarnya sudah mulai dipetakan oleh pelaku industri. Karena itu, efek kebijakan perdagangan internasional baru terlihat dalam jangka menengah.
Meski belum berdampak signifikan, Timotius memprediksi risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor tekstil DIY tahun ini akan menurun dibandingkan tahun lalu. Pada 2025, tercatat hampir 2.600 pekerja tekstil di DIY terdampak PHK.
“Untuk tahun ini harapannya PHK bisa lebih sedikit dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.
Ia menambahkan, kunci pemulihan industri tekstil ada pada stimulus kebijakan pemerintah. Beberapa di antaranya berupa diskon tarif listrik industri, subsidi bahan bakar minyak (BBM), hingga keberlanjutan program bantuan subsidi upah.
Timotius mendorong agar subsidi upah diberikan kepada pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta dan berlangsung minimal selama enam bulan. Menurutnya, durasi bantuan yang terlalu singkat tidak memberi efek nyata terhadap daya beli.
“Kalau hanya dua bulan, habis untuk konsumsi. Tapi kalau enam bulan, daya beli pekerja bisa terdongkrak dan ikut menggerakkan ekonomi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
YIA baru dimanfaatkan sekitar 25% dari kapasitasnya. DIY mempercepat pengembangan koridor Joglosemar untuk mendongkrak wisatawan.
OpenAI menyelidiki dugaan agen AI yang lolos pengawasan internal. Kasus serupa di Anthropic memicu desakan regulasi keamanan AI yang lebih ketat.
Maestro seni lukis Nasirun wafat di Bantul. Sahabat mengenang hari-hari terakhir, sosoknya yang rendah hati, dan tawa yang tak pernah hilang.
Polresta Magelang menggagalkan dugaan tawuran pelajar di Ngluwar. Sebanyak 12 orang diamankan dan tiga celurit disita sebagai barang bukti.
Kemenkeu memastikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis dipisahkan dari anggaran pendidikan mulai APBN 2028 sesuai putusan MK.
APPBI menegaskan pemasangan pagar di sejumlah mal dilakukan demi ketertiban, bukan karena adanya kekhawatiran terhadap isu keamanan.