Advertisement

BEI Yogyakarta Apresiasi 7 Galeri Investasi Terbaik 2025

Anisatul Umah
Sabtu, 29 November 2025 - 06:37 WIB
Jumali
BEI Yogyakarta Apresiasi 7 Galeri Investasi Terbaik 2025 Kepala BEI Yogyakarta, Irfan Noor Riza dalam Ngobrol Santai Bareng Media di Silol Kopi & Eatery, Jumat (28/11/2025). - Anisatul Umah/Harian Jogja.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Yogyakarta memberikan penghargaan untuk tujuh Galeri Investasi terbaik sebagai bentuk apresiasi peningkatan literasi keuangan dan minat investasi di DIY. Penghargaan yang diberikan meliputi tujuh kategori.

Kepala BEI Yogyakarta, Irfan Noor Riza menekankan pentingnya penghargaan ini sebagai indikator kesuksesan kolaborasi antara BEI, GI BEI, dan mitra di DIY dalam memperluas akses informasi dan meningkatkan jumlah investor di daerah tersebut.

Advertisement

"Pencapaian ini menunjukkan bahwa masyarakat di DIY semakin melek investasi dan berpartisipasi aktif dalam pasar modal," ujarnya, Jumat (28/11/2025).

Irfan menjelaskan kategori pertama adalah GI BEI Terinovatif berdasarkan beberapa inovasi dan ide pengembangan kreatif yang dilakukan selama periode 2025. Kategori ini dimenangkan oleh GI BEI Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Universitas Gadjah Mada (UGM).

Irfan menjelaskan kategori kedua adalah GI BEI Teraktif berdasarkan nilai transaksi, dihitung dari nilai transaksi tertinggi selama periode 2025. GI BEI UGM Departemen Ekonomika dan Bisnis (DEB) Sekolah Vokasi menjadi yang terbaik di kategori ini, disusul GI BEI FEB UGM, dan GI BEI Fakultas Ekonomi Universitas TIDAR Magelang.

Lebih lanjut dia mengatakan kategori ketiga adalah GI BEI Teraktif berdasarkan jumlah penambahan rekening efek, dinilai berdasarkan penambahan Single Investor Identification (SID) baru terbanyak, dimenangkan oleh GI BEI UPN Veteran Yogyakarta Fakultas Ekonomi.

"Disusul oleh GI BEI Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Purwokerto, serta GI BEI Universitas PGRI Yogyakarta," ujarnya.

Kemudian untuk kategori keempat kata Irfan, adalah GI BEI Teraktif berdasarkan aktivitas edukasi dan pemerataan informasi, kriteria penilainnya yakni jumlah kegiatan, jenis kegiatan kedisiplinan pelaporan bulanan.

Menurutnya untuk kategori ini GI BEI Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menjadi yang terbaik, disusul GI BEI UPN Veteran Yogyakarta Fakultas Ekonomi dan GI BEI Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman.

Selanjutnya, ia menjelaskan untuk kategori kelima adalah GI BEI dengan pelaporan RDIS teraktif. Menurutnya kategori ini dimenangkan oleh GI BEI Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMY, disusul GI BEI Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Fakultas Ekonomi, dan GI BEI UPN Veteran Yogyakarta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Ia menyampaikan BEI Kantor Perwakilan Yogyakarta juga memberikan penghargaan untuk Kategori Duta Pasar Modal (DPM) Terbanyak yang dimenangkan oleh GI BEI Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) dan kategori non kampus teraktif yang dimenangkan oleh Galeri Investasi Edukasi (GIE) SMAN 1 Bantul.

Investor Pasar Modal 2025 Tumbuh Positif

Hingga akhir Oktober 2025, secara nasional tercatat total ada 19.154.487 investor pasar modal, dengan 8.083.076 di antaranya adalah investor saham. Irfan menjelaskan di DIY program edukasi seperti sekolah pasar modal dan berbagai kegiatan sosialisasi lainnya turut mendukung peningkatan jumlah investor, terutama di kalangan generasi muda di bawah 30 tahun yang kini semakin aktif berinvestasi.

Menurutnya secara nasional ada 4.282.848 investor baru pada 2025, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap pasar modal sebagai sarana investasi. Ia mengatakan program edukasi di DIY berperan besar dalam mendukung inklusi pasar modal yang lebih luas, menjangkau berbagai kalangan dari mahasiswa hingga masyarakat umum.

"BEI berkomitmen untuk terus memperluas akses pembiayaan berkelanjutan dan mendukung pertumbuhan pasar modal di DIY," jelasnya.

Irfan mengatakan dengan adanya kolaborasi yang solid antara pemerintah, BEI, dan pemangku kepentingan lainnya, diharapkan ekosistem bisnis di DIY akan semakin inklusif dan kompetitif. BEI, kata Irfan, juga terus mengedepankan pentingnya edukasi dan literasi pasar modal untuk mendorong masyarakat lebih aktif dalam berinvestasi.

"Menjadikan pasar modal sebagai pilar ekonomi yang berdaya saing tinggi," lanjutnya. (**) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Sleman Uji Nitrit Sayuran Usai Kasus Keracunan MBG

Sleman Uji Nitrit Sayuran Usai Kasus Keracunan MBG

Sleman
| Sabtu, 29 November 2025, 07:47 WIB

Advertisement

Selandia Baru Bangun Wisata Alam yang Sehat dan Inklusif

Selandia Baru Bangun Wisata Alam yang Sehat dan Inklusif

Wisata
| Rabu, 26 November 2025, 16:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement