Kredit Khusus untuk Perempuan Prasejahtera
KPPS menawarkan kredit hingga Rp15 juta tanpa agunan dengan bunga flat 8 persen per tahun. Simak syarat dan skema penerimanya.
Foto ilustrasi pedagang sayur di Pasar Tradisional. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyiapkan strategi menjaga daya beli masyarakat sebagai langkah menghadapi dampak konflik Iran terhadap ekonomi global. Upaya ini difokuskan untuk menjaga stabilitas perdagangan nasional di tengah potensi tekanan harga energi dunia.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menjelaskan pemerintah mulai menyusun peta jalan mitigasi risiko ekonomi akibat eskalasi serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Ia menilai langkah antisipatif penting dilakukan karena dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah berpotensi berubah cepat dan memengaruhi kondisi ekonomi nasional.
Salah satu risiko utama yang diwaspadai adalah kemungkinan penutupan Selat Hormuz yang dapat memicu lonjakan harga minyak dunia secara signifikan.
Gangguan jalur distribusi energi tersebut diperkirakan akan meningkatkan biaya produksi sektor manufaktur serta ongkos transportasi, yang kemudian berdampak pada kenaikan harga barang konsumsi di tingkat masyarakat.
Budi Santoso menegaskan kekuatan ekonomi Indonesia saat ini masih bertumpu pada konsumsi domestik sehingga penguatan pasar dalam negeri menjadi strategi utama menghadapi ancaman inflasi global akibat konflik Iran.
"Pasti ya, nanti minyak atau bahan bakunya jadi naik ya. Tapi kan gini, pertumbuhan ekonomi kita kan banyak ditopang oleh konsumsi dalam negeri, konsumsi domestik. Jadi ya kita harus memberdayakan itu, tetap menjaga itu," papar Budi saat ditemui di kantor Kemendag, Jakarta, Senin, (2/3/2026).
Selain menjaga daya beli masyarakat, pemerintah juga mengantisipasi dampak konflik Iran terhadap sektor ekspor yang berpotensi terbebani kenaikan biaya logistik internasional. Untuk mengurangi risiko tersebut, strategi diversifikasi pasar ekspor akan dipercepat dengan menyasar negara tujuan yang relatif stabil dan tidak terdampak langsung konflik Timur Tengah.
Langkah lainnya adalah memaksimalkan berbagai stimulus ekonomi yang telah digulirkan pemerintah menjelang momentum Lebaran 2026 yang biasanya diikuti peningkatan konsumsi masyarakat.
Pemerintah juga mendorong kolaborasi dengan sektor swasta guna menjaga perputaran uang di pasar domestik agar daya beli tetap kuat meskipun terdapat tekanan harga energi global.
Upaya penguatan konsumsi dalam negeri ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan ekonomi nasional terhadap dampak konflik Iran melalui stabilitas pasar domestik yang berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPPS menawarkan kredit hingga Rp15 juta tanpa agunan dengan bunga flat 8 persen per tahun. Simak syarat dan skema penerimanya.
Pemutihan pajak kendaraan DIY 2026 menghapus denda PKB, BBNKB, dan SWDKLLJ hingga 30 September. Simak kanal pembayarannya.
Perpanjang SIM A dan C di Sleman kini bisa dilakukan online lewat HP. Simak 9 langkah, dokumen, pembayaran, hingga pengiriman SIM.
Kasus penjualan Starlink tanpa izin di Mentawai memunculkan sorotan soal batas reseller resmi, ISP, perizinan, dan persaingan usaha.
PLN mengembangkan PLTS hingga 1.000 MWp dengan BESS 3,3 GWh di Bali untuk mengurangi penggunaan BBM impor dan memperkuat energi bersih.
Prakiraan cuaca Jogja hari ini, Rabu 26 Agustus 2026, BMKG memprediksi seluruh wilayah DIY dominan cerah dengan suhu hingga 32°C.