Advertisement

Angka Impor BBM Indonesia 5 Tahun, Terbesar dari Singapura

Ni Luh Anggela
Selasa, 03 Maret 2026 - 11:57 WIB
Maya Herawati
Angka Impor BBM Indonesia 5 Tahun, Terbesar dari Singapura Kilang minyak lepas pantai. - Foto dibuat oleh AI - StockCake

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Konflik Iran-AS dan Israel memicu lonjakan risiko pada rantai pasok energi global, termasuk terhadap pasokan BBM Indonesia. Memasuki hari ketiga pertempuran, ancaman penutupan Selat Hormuz kian nyata dan berpotensi mengganggu distribusi minyak dunia sebagai jalur vital pengiriman energi internasional.

Tekanan semakin besar setelah aksi sabotase di Laut Merah oleh kelompok Houthi dari Yaman menambah beban logistik di jalur Mediterania hingga Terusan Suez. Situasi ini memicu kekhawatiran krisis energi regional yang berdampak pada volatilitas harga minyak mentah global.

Advertisement

Meski secara volume impor bahan bakar mineral (BBM) Indonesia terbesar berasal dari Singapura dan Malaysia, ketergantungan terhadap kawasan Teluk Persia tetap signifikan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) periode 2021–2025 menunjukkan Arab Saudi menjadi pemasok utama dari Timur Tengah dengan total 26,87 juta ton atau senilai US$16,9 miliar. Mayoritas pasokan tersebut dikirim ke kilang Cilacap, Jawa Tengah, sebesar 18,75 juta ton, sementara sisanya melalui Tanjung Leneng, Banten, untuk kebutuhan domestik.

Peran Penting Uni Emirat Arab

Uni Emirat Arab (UEA) juga berperan penting dengan suplai 11,06 juta ton senilai US$7,04 miliar dalam lima tahun terakhir. Distribusinya menjangkau pelabuhan strategis seperti Merak, Balikpapan, Belawan, hingga Kalbut di Situbondo. Selain itu, Indonesia mengimpor energi dari Qatar, Kuwait, Oman, dan Bahrain yang secara kumulatif berkontribusi pada ketahanan cadangan energi nasional di tengah gejolak harga minyak.

Data Impor Bahan Bakar Mineral (BBM) RI 2021–2025:

  • Singapura: US$49,22 miliar (65,24 juta ton)
  • Malaysia: US$25,42 miliar (34,1 juta ton)
  • Arab Saudi: US$16,9 miliar (26,87 juta ton)
  • Amerika Serikat: US$13,68 miliar (29,03 juta ton)
  • China: US$8,25 miliar (24,42 juta ton)
  • UEA: US$7,04 miliar (11,06 juta ton)
  • Rusia: US$4,63 miliar (21,44 juta ton)
  • Qatar: US$3,2 miliar (4,91 juta ton)
  • Oman: US$1,2 miliar (1,64 juta ton)
  • Kuwait: US$1,02 miliar (1,84 juta ton)
  • Bahrain: US$0,66 miliar (1,06 juta ton)

Dalam klasifikasi data Badan Pusat Statistik (BPS), impor bahan bakar mineral yang tercatat di bawah kode HS 27 mencakup komoditas energi utama yang terdiri dari minyak mentah (crude oil) sebagai bahan baku kilang, hasil minyak (refined products) seperti bensin (gasoline), solar (diesel), dan avtur, serta LPG (liquefied petroleum gas) yang merupakan campuran gas propana dan butana untuk kebutuhan rumah tangga.

Selain produk cair dan gas, kategori ini juga mencakup bahan bakar padat seperti antrasit dan kokas untuk industri baja, serta produk turunan mineral lainnya seperti aspal (bitumen) untuk infrastruktur jalan dan pelumas mesin.

Secara nilai, hasil minyak (BBM jadi) dan LPG menjadi komponen impor paling dominan karena kapasitas produksi kilang domestik belum mampu mengimbangi laju konsumsi nasional yang terus meningkat.

Siapkan Anggaran
Gejolak di Selat Hormuz turut mendorong harga minyak Brent melonjak hingga 13% ke level US$82 per barel. Pemerintah pun menyiapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai shock absorber guna meredam dampak konflik terhadap sektor energi dan pangan.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, menegaskan koordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia diperkuat untuk menjaga daya beli masyarakat serta stabilitas nilai tukar rupiah.

Menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, pemerintah mempercepat distribusi bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada 35,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Pertamina memastikan stok BBM dan LPG nasional dalam kondisi aman dengan menyiapkan jalur pelayaran alternatif untuk menghindari wilayah konflik.

Dengan cadangan devisa mencapai US$154,6 miliar pada Januari 2026, otoritas moneter menilai ruang kebijakan masih memadai untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional, sementara perkembangan konflik Iran-AS tetap menjadi variabel penting dalam memantau kelancaran pasokan BBM Indonesia dan dinamika harga energi global ke depan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Stok Darah Ramadan Aman, PMI Sleman Siaga 100 Kantong

Stok Darah Ramadan Aman, PMI Sleman Siaga 100 Kantong

Sleman
| Selasa, 03 Maret 2026, 12:57 WIB

Advertisement

Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh

Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh

Wisata
| Minggu, 01 Maret 2026, 22:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement