Kepala BNPB Minta Maaf soal Pernyataan Karhutla Berjalan Normal
Kepala BNPB Suharyanto meminta maaf dan mengklarifikasi pernyataan soal aktivitas masyarakat tetap normal di tengah karhutla dan kabut asap.
Panen padi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah mulai menggenjot produksi dan distribusi pangan nasional melalui tiga regulasi baru yang dirancang terintegrasi, dengan fokus pada infrastruktur pascapanen, percepatan produksi, hingga penguatan cadangan jagung.
Langkah ini menjadi bagian dari percepatan swasembada pangan di tengah tantangan global, sekaligus mendorong stabilitas pasokan dan harga di dalam negeri.
Tiga Aturan Kunci Percepatan Pangan
Untuk memudahkan memahami kebijakan ini, berikut tiga regulasi utama yang diterbitkan:
Dalam pelaksanaannya, Menteri Pertanian diminta menugaskan BUMN seperti PT Agrinas Pangan Nusantara, PT Perkebunan Nusantara III, dan Perum Bulog untuk mempercepat capaian swasembada.
Kebijakan ini juga melibatkan lintas sektor, termasuk kementerian koordinator hingga TNI dan Polri, untuk memastikan distribusi berjalan lancar.
Dukungan Lintas Sektor Jadi Penentu
Pemerintah menegaskan keberhasilan kebijakan ini tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga dukungan nyata di lapangan.
Mulai dari percepatan perizinan, penyediaan lahan, hingga penyelesaian hambatan teknis menjadi faktor penting dalam implementasi program.
Integrasi antara infrastruktur, produksi, dan tata kelola diharapkan mampu mempercepat terwujudnya kemandirian pangan nasional.
Di tengah dinamika geopolitik global, langkah ini juga menjadi strategi menjaga ketahanan pangan sekaligus memastikan akses masyarakat terhadap bahan pangan tetap stabil.
Langkah percepatan ini juga didukung capaian sektor pertanian yang mulai menunjukkan tren positif.
Pemerintah mencatat produksi beras nasional meningkat signifikan, bahkan cadangan beras pemerintah (CBP) telah mencapai sekitar 4,8 juta ton pada April 2026, menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.
Kondisi ini dinilai menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas pangan nasional sekaligus memperkuat target swasembada tanpa bergantung pada impor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kepala BNPB Suharyanto meminta maaf dan mengklarifikasi pernyataan soal aktivitas masyarakat tetap normal di tengah karhutla dan kabut asap.
Wamen Ekraf Irene Umar mendorong penguatan QRIS untuk mempermudah pembayaran lintas negara bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia.
Nelayan Bantul kembali melaut setelah gelombang tinggi mereda. BMKG mengingatkan potensi gelombang 2,5-4 meter di perairan selatan DIY.
Guterres bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan mendorong dialog untuk mengakhiri konflik. Iran mengajukan proposal buka Selat Hormuz.
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan tujuh muda-mudi yang mengonsumsi ciu sambil bernyanyi di Taman Kampus ISI Solo.
Pemkab Bantul menyiapkan survei berkala untuk mengevaluasi SPPG dan pelaksanaan MBG, termasuk jumlah, distribusi, kemasan, dan waktu konsumsi.