Ekraf Indonesia Bidik Pasar Global, QRIS Jadi Andalan Pembayaran

Newswire
Newswire Sabtu, 26 September 2026 14:47 WIB
Ekraf Indonesia Bidik Pasar Global, QRIS Jadi Andalan Pembayaran

Ilustrasi penggunaan QRIS - Antara

Harianjogja.com, JAKARTA— Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mendorong penguatan konektivitas pembayaran lintas negara melalui QRIS. Langkah tersebut dinilai penting untuk membuka akses yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia dalam menerima pembayaran dari konsumen di pasar global.

Irene mengatakan Kementerian Ekonomi Kreatif terus memperkuat kolaborasi dengan Bank Indonesia untuk mempermudah konektivitas pembayaran bagi pelaku ekonomi kreatif yang beraktivitas di luar negeri. Kemudahan tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif yang berorientasi global.

“Bukan hanya lewat internet, bukan hanya pada saat kita menjemput bola dan mencari customer-customer yang ada, tapi juga nanti cash flow-nya dilakukan lewat Bank Indonesia supaya bayarannya bisa mengalir,” kata Irene dalam acara FEKDI x IFSE 2026 di Jakarta, Sabtu.

Menurut Irene, pelaku ekonomi kreatif Indonesia kini tidak hanya menyasar konsumen domestik. Sejumlah pelaku usaha mulai memperluas pasar ke berbagai negara, termasuk Jepang, Amerika Serikat, serta negara-negara berkembang lainnya.

Produk ekonomi kreatif Indonesia, kata dia, cukup diminati di berbagai negara tersebut. Namun, ekspansi pasar ke luar negeri masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait akses rekening perbankan dan mekanisme penerimaan pembayaran di negara tujuan.

Pelaku Ekraf Kesulitan Terima Pembayaran

Irene mencontohkan pelaku ekonomi kreatif Indonesia yang berjualan di Jepang dan Amerika Serikat. Mereka dapat menemukan konsumen di negara tersebut, tetapi tidak selalu mudah membuka rekening bank lokal untuk menerima pembayaran.

“Banyak sekali kalau kita ke Jepang, ke Amerika, ke negara-negara berkembang lainnya, mereka sangat menggemari produk dari Indonesia. Tapi teman-teman kita pada saat berjualan di sana tidak bisa membuka rekening bank dan sangat susah untuk menerima bayaran,” ujar Irene.

Menurut dia, konektivitas ekonomi kreatif tidak cukup hanya mengandalkan internet untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan konsumen di berbagai negara. Sistem pembayaran juga perlu disiapkan agar transaksi yang sudah terjadi dapat diikuti dengan arus dana yang lebih lancar.

Kemudahan dan penguatan sistem pembayaran, lanjut Irene, dapat membantu pelaku ekonomi kreatif ketika memperluas jangkauan usaha ke pasar internasional.

QRIS Digunakan Promosi Ekraf di Singapura

Salah satu praktik penggunaan QRIS dalam mendukung transaksi lintas negara dilakukan saat Kementerian Ekonomi Kreatif membawa lebih dari 100 merek dan lebih dari 20 subsektor ekonomi kreatif ke Singapura dalam kegiatan promosi produk ekonomi kreatif Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, transaksi produk Indonesia tidak hanya mengandalkan kartu kredit. QRIS juga digunakan sebagai salah satu metode pembayaran.

Irene mengatakan penguatan konektivitas pembayaran digital dapat menjadi bagian dari infrastruktur pendukung ekonomi kreatif Indonesia. Sistem tersebut diharapkan membantu pelaku usaha memperluas pasar sekaligus memperlancar transaksi, baik di dalam maupun luar negeri.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online