Advertisement
Keselamatan KA Ditingkatkan, 3 Perlintasan Ditutup di Wilayah DIY
Ilustrasi penutupan perlintasan sebidang. Antara - ist/Humas Daop 6 Yogyakarta
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA — PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Jogja terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api melalui berbagai langkah strategis. Upaya ini mencakup penutupan perlintasan sebidang tidak resmi, edukasi kepada masyarakat, hingga pemasangan perangkat peringatan di titik-titik rawan.
Manager Humas KAI Daop 6 Jogja, Feni Novida Saragih, mengungkapkan bahwa hingga triwulan I 2026, pihaknya telah menutup tiga perlintasan sebidang liar maupun tidak terjaga. Penutupan dilakukan di lintas Solo Kota–Sukoharjo KM 6+2/3 serta lintas Sukoharjo–Pasarnguter di KM 17+7/8 dan KM 17+8/9.
Advertisement
Menurut Feni, langkah ini menjadi bagian penting dalam menekan potensi kecelakaan di jalur kereta api, khususnya di titik-titik yang tidak memiliki sistem pengamanan memadai.
“Penutupan perlintasan tidak resmi merupakan upaya konkret untuk meminimalisir risiko kecelakaan, baik bagi perjalanan kereta api maupun pengguna jalan,” ujarnya.
BACA JUGA
Selain penutupan, KAI Daop 6 juga gencar melakukan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat. Sepanjang triwulan pertama tahun ini, tercatat sebanyak 217 kegiatan sosialisasi telah dilaksanakan. Rinciannya, 212 kegiatan dilakukan langsung di perlintasan sebidang dan lima kegiatan lainnya menyasar sekolah serta lingkungan masyarakat.
Edukasi ini bertujuan membangun kesadaran publik agar lebih disiplin saat melintas di jalur kereta api, termasuk mematuhi rambu dan mendahulukan perjalanan kereta.
Tak hanya itu, KAI juga telah memasang perangkat pengeras suara atau audio imbauan keselamatan di sembilan titik perlintasan wilayah Daop 6. Fasilitas ini berfungsi sebagai sistem peringatan dini agar pengguna jalan lebih waspada ketika mendekati rel kereta.
Feni menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api bukan hanya tanggung jawab operator, melainkan juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Karena itu, pihaknya terus mengedepankan pendekatan kolaboratif dengan berbagai pihak.
Di sisi internal, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi fokus. Hingga triwulan I 2026, KAI Daop 6 telah melaksanakan pembinaan bagi petugas penjaga perlintasan (PJL) hingga angkatan ketujuh. Program ini tidak hanya menyasar petugas di bawah KAI, tetapi juga melibatkan petugas dari Dinas Perhubungan.
Selain itu, jajaran manajemen rutin melakukan monitoring dan evaluasi lapangan melalui program “Tilik Perlintasan Sebidang”. Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh prosedur keselamatan dijalankan secara optimal sekaligus memberikan pembinaan langsung kepada petugas.
Dengan berbagai langkah tersebut, KAI Daop 6 Jogja berharap dapat terus menekan angka kecelakaan serta membangun budaya keselamatan yang lebih kuat di lingkungan perkeretaapian, demi menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Harga Minyak Anjlok 10 Persen, BBM Berpeluang Turun
- Minyak Rusia Masuk Indonesia Bulan Ini, Pasokan Energi Mulai Bergeser
- Inflasi Naik, Ekonomi Eropa Dibayangi Risiko Resesi
- Plastik Kian Mahal, INDEF Arahkan ke Kemasan Daur Ulang
- Dana Transfer ke Daerah Anjlok, Saatnya BPD Unjuk Peran
- Tiga Aturan Kunci Percepatan Pangan Mulai Dijalankan, Ini Detailnya
- Harga Emas Pegadaian, Antam, UBS, Galeri24 Turun Dua Hari Beruntun
Advertisement
Advertisement









