Advertisement
Rupiah Anjlok ke Rp16.868, Terpukul Sentimen Geopolitik
Ilustrasi uang rupiah / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Nilai tukar rupiah kembali melemah ke level Rp16.868 per dolar AS pada perdagangan Senin pagi, (2/3/2026), di tengah penguatan dolar AS dan meningkatnya risiko konflik Timur Tengah. Tekanan ini dipicu kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global yang berpotensi mengguncang ekonomi Indonesia.
Pada penutupan perdagangan pagi, rupiah tercatat turun 81 poin atau sekitar 0,48 persen dibandingkan posisi sebelumnya di Rp16.787 per dolar AS. Pelemahan ini mencerminkan sentimen negatif pelaku pasar yang mencermati eskalasi geopolitik global, khususnya potensi dampak konflik Timur Tengah terhadap stabilitas harga energi dunia.
Advertisement
Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menjelaskan bahwa tekanan terhadap rupiah merupakan imbas langsung dari gejolak pasar keuangan global yang kini terfokus pada risiko gangguan pasokan energi.
Salah satu titik krusial yang menjadi perhatian adalah Selat Hormuz, menyusul indikasi tertahannya pengapalan minyak dan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) di jalur tersebut.
BACA JUGA
Sejumlah perusahaan pelayaran besar dilaporkan mulai menghindari kawasan Teluk Persia dan menangguhkan aktivitas di pelabuhan utama.
Kondisi tersebut memicu lonjakan biaya asuransi serta tarif angkut logistik secara signifikan yang pada akhirnya berdampak pada rantai pasok energi global.
Situasi tersebut berpotensi mendorong harga minyak dunia melonjak melampaui 100 dolar AS per barel apabila skenario penutupan penuh Selat Hormuz benar-benar terjadi. Saat ini harga minyak acuan sempat naik sekitar 13 persen ke level 82 dolar AS per barel sebelum kembali turun ke kisaran 76,4 dolar AS per barel.
Gangguan di jalur perdagangan energi utama ini juga diproyeksikan membuat tarif sewa tanker minyak melonjak hingga 300.000 dolar AS per hari.
Kombinasi penguatan dolar AS dan kenaikan harga energi membuat mata uang negara pengimpor energi, termasuk Indonesia, menjadi lebih rentan. Investor cenderung mengurangi kepemilikan aset berisiko dan memindahkan modal ke instrumen safe haven, sehingga arus modal keluar (capital outflow) dari negara berkembang meningkat.
Dampak langsung bagi Indonesia adalah meningkatnya biaya impor bahan bakar yang berpotensi memperburuk neraca perdagangan migas serta mendorong tekanan inflasi melalui kenaikan biaya transportasi.
Dari sisi fiskal, pemerintah menghadapi tantangan serius karena setiap kenaikan US$1 dolar harga minyak acuan diperkirakan menambah beban belanja negara sekitar Rp10 triliun.
Sementara tambahan penerimaan negara hanya sekitar Rp3 triliun sehingga risiko pelebaran defisit anggaran menjadi semakin besar apabila harga minyak melampaui asumsi APBN. Kondisi ini menuntut pemerintah memilih antara mempertahankan harga bahan bakar dengan konsekuensi subsidi membengkak atau menyesuaikan harga yang berpotensi menekan daya beli masyarakat.
Untuk meredam tekanan lebih lanjut terhadap rupiah, stabilitas moneter serta penguatan pasokan valuta asing dari devisa ekspor dinilai perlu terus dioptimalkan.
Pemerintah juga diharapkan menyiapkan bantalan fiskal dan jaring pengaman sosial guna melindungi kelompok rentan agar lonjakan harga energi tidak berujung pada perlambatan ekonomi yang lebih dalam.
Sejalan dengan pergerakan di pasar spot, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari yang sama juga tercatat melemah ke level Rp16.848 per dolar AS, mengonfirmasi tren depresiasi rupiah yang sedang terjadi di pasar keuangan nasional di tengah tekanan global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Saksi Ungkap Dana Hibah Pariwisata Sleman Tak Terkait Pilkada
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- IHSG Pekan Ini Volatile, Terseret Geopolitik Global
- Harga Emas Hari Ini 2 Maret 2026 Naik, UBS Tembus Rp3,16 Juta
- Harga Pangan Nasional 2 Maret 2026: Bawang Rp46.900, Cabai Rp83.850
- Kasus Pajak Developer PT PIP, DJP DIY Sita 10 Aset Senilai Rp768 Juta
- Harga BBM Bisa Naik Akibat Perang AS-Iran, Ini Kata Pemerintah
- Menteri Perdagangan Siaga Dampak Konflik Iran, Daya Beli Dijaga
- Daftar Jalan Tol yang Diskon 30 Persen Saat Mudik
Advertisement
Advertisement







