DIY Luncurkan PKJ, Fokus Bentuk Karakter Siswa
Pemda DIY luncurkan PKJ untuk perkuat pendidikan karakter berbasis budaya di sekolah Yogyakarta.
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati./Harian Jogja-Anisatul Umah
Harianjogja.com, JOGJA— Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat pada September 2024 terjadi deflasi 0,10% secara bulanan (month-to-month/mtm). Bensin menjadi salah satu komoditas yang punya andil mendorong deflasi pada September 2024.
Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi per 1 Oktober 2024 lalu. Apakah bulan ini akan terjadi deflasi lagi?
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati menjelaskan jika bicara BBM saja kemungkinan akan deflasi. Akan tetapi untuk menentukan inflasi atau deflasi ada 400-an lebih jenis barang yang menjadi penentu. Tinggal dilihat keseimbangannya, mana yang lebih kuat dalam mendorong inflasi dan menahan.
Dia mencontohkan emas sejak akhir 2023 terus mengalami kenaikan. Sementara BBM naik turun mengikuti perkembangan harga minyak dunia. Sehingga bisa menjadi salah satu bahan pengendalian inflasi.
"Benar [pengaruh BBM besar] dari total konsumsi per rumah tangga di DIY pengeluaran untuk BBM per bulan cukup tinggi," jelasnya beberapa waktu lalu.
Herum mengatakan konsumsi BBM satu liter harganya hampir sama dengan harga 1 kg beras. Jika satu rumah tangga anggotanya hanya 3 orang, beras 1 kg tidak akan habis dalam sehari.
BACA JUGA: Pemda DIY Wanti-wanti Deflasi Berdampak Bagi Kesejahteraan Petani
Oleh karena itu BBM punya andil besar pada pengeluaran konsumsi rumah tangga. Di sisi lain angkutan umum juga tidak terlalu banyak, sehingga andil BBM menjadi cukup besar, menurutnya hampir 5%.
"Paling beras gak habis 1 kg, padahal kan timbangannya hampir sama lah dengan satu liter BBM," kata Herum.
Menurutnya andil beras ada di bawah BBM namun juga punya andil besar dan dikonsumsi secara terus menerus. Akan tetapi jika beras tidak ada masih ada opsi untuk mengkonsumsi bahan lainnya misalnya roti.
"Kalau bensin gak ada tinggal di rumah saja, kira-kira seperti itu, kenapa BBM punya andil tinggi," paparnya.
Sebelumnya, harga Pertamax Series dan Dex Series mengalami penurunan harga mulai 1 Oktober 2024. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari mengatakan harga BBM non subsidi selalu dievaluasi berkala mengikuti tren harga rata-rata publikasi minyak yakni Mean of Platts Singapore (MOPS) atau Argus dan juga mempertimbangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika.
"Bisa tetap, bisa naik dan bahkan bisa turun, tergantung trend harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Pada Oktober ini, semua harga BBM non subsidi Pertamina mengalami penurunan harga," jelas Heppy.
Untuk Pertamax Turbo (RON 98), terdapat penyesuaian harga menjadi Rp13.250, Pertamax Green (RON 95) menjadi Rp12.700 dan untuk Pertamax (RON 92) menjadi Rp12.100.
Sedangkan untuk Dexlite (CN 51) terdapat penyesuaian harga menjadi Rp12.700 dan Pertamina Dex (CN 53) harganya menjadi Rp13.150 per liternya. Harga ini berlaku untuk provinsi dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sebesar 5% seperti di wilayah DKI Jakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY luncurkan PKJ untuk perkuat pendidikan karakter berbasis budaya di sekolah Yogyakarta.
Bermain game berlebihan dapat memicu gangguan tidur, mata lelah, hingga masalah kesehatan mental. Berikut 13 dampaknya.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.