Ekspor DIY Juli 2026 Capai US$50,64 Juta, Surplus Perdagangan US$37,43 Juta
Ekspor DIY Juli 2026 mencapai US$50,64 juta dan impor US$13,21 juta. Neraca perdagangan surplus US$37,43 juta.
Ilustrasi suasana aktivitas di pelabuhan yang menjadi salah satu pelabuhan kelolaan PT Pelindo Regional 4 di kawasan Timur. Antara/ HO-Pelindo Regional 4\r\n
Harianjogja.com, JOGJA— Donald Trump berhasil memenangkan Pilpres Amerika Serikat (AS) 2024 dan menjadi Presiden ke-47. Ketua Komtap Pembinaan dan Pengembangan Sekretariat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY, Timotius Apriyanto mengatakan Trump terkenal dengan prinsip America First, fokus pada kebijakan ekonomi proteksionis dan nasionalisme ekonomi.
Di mana kebijakan utamanya adalah membangun kembali kebanggaan dan kehormatan dalam negeri. Dia menjelaskan kebijakan proteksionis Trump bisa berdampak pada ekspor DIY dan disisi lain investasi pada dunia usaha akan semakin ketat.
Menurutnya ada kemungkinan muncul kebijakan Trump yang berdampak pada tarif perdagangan internasional. Di dalam perdagangan internasional selama ini ada dua kebijakan yakni tariff barrier dan non tariff barrier. Akan tetapi Trump punya kebijakan ketiga yakni melakukan proteksi pada industri dalam negeri.
"Saya takutnya ekspor DIY ini kinerjanya bisa terkena imbas kebijakan proteksionis Trump terkait perdagangan internasional," ucapnya, Kamis (7/11/2024).
Timotius mengatakan DIY tidak bisa dilepaskan dari dampak kebijakan Trump dalam berelasi dengan Tiongkok dan global. Ia menyebut secara perlahan AS berupaya melepaskan diri dari Tiongkok secara ekonomi.
BACA JUGA: Donald Trump Menang Pilpres AS 2024, Jadi Presiden ke-47
Lebih lanjut dia mengatakan perdagangan DIY tantangannya adalah AS dan Uni Eropa. Dia menjelaskan Uni Eropa punya kebijakan European Union Deforestation Regulation (EUDR) untuk menekan deforestasi. Menurutnya AS tidak akan mendukung kebijakan terkait dengan iklim karena sudah keluar dari Perjanjian Paris.
Oleh karena itu, kata Timotius, kemungkinan AS akan melihat negara-negara yang bermitra dengan Tiongkok. AS menyebutnya semacam risiko tingkat tinggi, jangan sampai Indonesia dianggap sebagai negara risiko tingkat tinggi.
"Kalau di banned AS dengan segala kebijakan proteksionis AS, maka ya matilah perdagangan DIY," ucapnya.
Secara nasional Tiongkok menyumbang defisit neraca perdagangan. Sementara DIY yang semuanya masih positif. "Ini faktanya produk Tiongkok banjiri kita," jelasnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat negara tujuan ekspor DIY pada September 2024 pertama adalah Amerika Serikat dengan nilai 21,67 juta dolar AS andilnya 46,93%. Kedua Australia dengan nilai 3,13 juta dolar AS andilnya 6,78%. Ketiga Jepang 2,90 juta dolar AS andilnya 6,26%.
"Disusul Jerman dan seterusnya dengan nilai di bawah 2,5 juta dolar AS dengan andil dibawah 6%," kata Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekspor DIY Juli 2026 mencapai US$50,64 juta dan impor US$13,21 juta. Neraca perdagangan surplus US$37,43 juta.
Wamenaker Afriansyah Noor mengingatkan calon pekerja migran memilih jalur resmi dan menguasai bahasa asing sebelum bekerja ke luar negeri.
Bitcoin sempat menembus US$87.200. Simak faktor pendorong penguatan dan imbauan bagi investor menghadapi volatilitas pasar kripto.
Kebakaran rumah di Sragen diduga akibat korsleting listrik. Uang Rp50 juta dan dua sepeda gunung hangus, dua anggota keluarga jadi korban.
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Kemenhaj mempertimbangkan maskapai alternatif untuk menekan biaya haji 2027. Biaya penerbangan mencapai 40% dari total BPIH.