Kinerja APBN DIY Maret 2026: Belanja Negara Tembus Rp4,71 Triliun
Kanwil DJPb DIY rilis laporan APBN Maret 2026. Belanja negara capai Rp4,71 triliun, dukung Makan Bergizi Gratis & SMA Unggul Garuda di DIY.
Pertumbuhan ekonomi ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Sekretaris Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Yogyakarta, Y. Sri Susilo memperkirakan DIY akan kembali mengalami inflasi pada November 2024. Secara tahunan atau (year-on-year/yoy) sekitar 1,5% dan secara bulanan atau (month-to-month/mtm) sekitar 0,05% - 0,1%.
Dia menjelaskan faktor pendorong inflasi bulan ini adalah aktivitas pendidikan tinggi dan pariwisata di DIY. Di mana dua sektor ini sudah bergerak secara optimal.
"Saya perkirakan inflasi sebesar sekitar inflasi bulan yang lalu," ucapnya, Jumat (29/11/2024).
Menurutnya konsumsi barang dan jasa juga terjadi peningkatan. Hal ini bisa mendorong kenaikan harga barang tertentu.
Di sisi lain untuk harga pangan relatif stabil. Inflasi diperkirakan terdorong oleh kenaikan harga daging ayam dan telur ayam. Namun dampak ke inflasinya relatif kecil.
"Masih sesuai target di 1,5% plus minus 1%," ujarnya.
BACA JUGA: Pakar Sebut Inflasi DIY Oktober 2024 Menandakan Kenaikan Daya Beli Masyarakat
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat pada Oktober 2024 DIY mengalami inflasi 0,09% secara bulanan, secara tahunan inflasi 1,57%, dan secara tahun kalender (year-to-date/ytd) terjadi inflasi sebesar 0,57%.
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan jika dilihat berdasarkan kelompok pengeluaran secara mtm penyumbang inflasi Oktober adalah makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,33% dengan andil 0,10%, penyedia makanan dan minuman atau restoran sebesar 0,12% dengan andil 0,01%, dan perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,62% dengan andil 0,04%.
Sementara kelompok pengeluaran penghambat inflasi adalah transportasi sebesar 0,46% dengan andil 0,06%. "Inflasi bulan ke bulan DIY sebesar 0,09% pada Oktober 2024," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kanwil DJPb DIY rilis laporan APBN Maret 2026. Belanja negara capai Rp4,71 triliun, dukung Makan Bergizi Gratis & SMA Unggul Garuda di DIY.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.
Pemkab Bantul memantau harga pangan usai rupiah melemah. Sejumlah komoditas lokal masih aman, warga diminta tidak panic buying.