Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen, Isu Damai AS-Iran Redakan Pasar
Harga minyak dunia turun lebih dari 6% dalam sepekan setelah muncul sinyal kesepakatan damai AS-Iran dan meredanya ketegangan di Selat Hormuz.
Inflasi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sepanjang 2024 mencapai 1,57%. Angka ini merupakan yang terendah dalam sejarah perhitungan inflasi di Indonesia.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini mengatakan inflasi hingga Desember 2024 mencapai 1,57% atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,15 pada Desember 2023 menjadi 106,80 pada Desember 2024. “Inflasi 2024 sebesar 1,57% adalah inflasi terendah selama ini atau sejak dilakukannya perhitungan inflasi oleh BPS,” kata Pudji dalam konferensi pers, Kamis (2/1/2025).
Terakhir kali BPS pernah mencatat inflasi rendah adalah pada 2020 yaitu sebesar 1,68%. Dengan ini, inflasi 2024 merupakan yang terendah sejak indikator inflasi pertama kali dihitung oleh BPS yaitu pada 1958.
Namun, saat itu perhitungan inflasi masih terbatas di wilayah Jakarta saja. ”Sekarang sudah berkembang kami sudah menggunakan 150 kota di 38 provinsi,” jelasnya.
Pudji mengatakan rendahnya inflasi 2024 disebabkan sejumlah faktor, tetapi melandainya harga pangan pokok yang sempat naik pada 2022 dan 2023 bisa dikatakan menjadi faktor utama.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan 2024 utamanya didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi sebesar 1,90% dan memberikan andil 0,55% terhadap inflasi umum.
BACA JUGA: Inflasi DIY Desember 2024 Sebesar 0,46%, Tertinggi Sepanjang Tahun
Pudji menjelaskan, komoditas dengan andil inflasi terbesar adalah sigaret kretek mesin (SKM) dengan andil 0,13% dan minyak goreng dengan andil 0,11%. Komoditas lain dengan andil inflasi besar antara lain beras dan kopi bubuk, bawang merah, ikan segar, daging ayam ras, dan bawang putih.
Adapun komoditas lain diluar kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil inflasi signifikan antara lain emas perhiasan dan nasi dengan lauk yang masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,35% dan 0,06%.
Di sisi lain, kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah kelompok transportasi dengan deflasi 0,04%. ”Deflasi didorong deflasi tarif angkutan udara di Desember 2024,” jelas Pudji.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.
Samsung Galaxy Watch Ultra2 hadir dengan fitur kesehatan berbasis AI untuk trail running, diving, dan pemantauan kebugaran harian.
Fenomena upwelling di Waduk Kedung Ombo Boyolali menyebabkan 10 ton ikan mati dan kerugian petani KJA mencapai Rp247 juta.