Advertisement
Inflasi DIY Desember 2024 Sebesar 0,46%, Tertinggi Sepanjang Tahun

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat pada Desember 2024 DIY mengalami inflasi 0,46% secara bulanan (month-to-month/mtm). Sementara secara tahunan (year-on-year/yoy) dan secara tahun kalender (year-to-date/ytd) terjadi inflasi sebesar 1,28%.
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan inflasi pada Desember 2024 ini menjadi inflasi ke-7 selama 2024 dan menjadi inflasi tertinggi dari bulan ke bulan selama 2024.
Advertisement
Berdasarkan kelompok pengeluaran tercatat kelompok makanan minuman, dan tembakau memiliki andil inflasi terbesar pada Desember 2024 mencapai 0,36%. Kedua adalah perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan andil 0,04%. Ketiga transportasi dengan andil 0,03%.
"Inflasi Desember 0,46% merupakan inflasi terbesar," ucapnya dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (2/1/2025).
Herum menjelaskan ada 5 komoditas yang dominan pendorong inflasi Desember 2024 di antaranya cabai merah, telur ayam ras masing-masing memberikan andil 0,06%. Kemudian tomat dan bahan bakar rumah tangga masing-masing berikan andil 0,03%, dan kelima bawang merah andil 0,02%.
Sebaliknya komoditas penghambat inflasi pada Desember 2024 ini adalah daging ayam ras, nangka muda, kentang, dan angkutan udara, masing-masing memberikan andil deflasi 0,01%.
Lebih lanjut ia mengatakan, komoditas penyumbang inflasi DIY yang frekuensinya lebih sering selama 2024 secara umum adalah kelompok makanan minuman, dan tembakau. Lalu komoditas emas perhiasan menjadi komoditas utama penyumbang inflasi, diikuti beras dan bawang merah selama 2024.
BACA JUGA: Terendah Sepanjang Sejarah Indonesia, Inflasi 2024 Hanya 1,57 Persen
Jika dilihat frekuensinya secara mtm selama 2024 emas perhiasan tercatat 9 kali, kemudian beras frekuensinya 6 kali, bawang merah 6 kali, tomat 4 kali, telur ayam ras 4 kali, cabai merah 4 kali, disusul komoditas lainnya.
"Ini jadi informasi penting untuk pengendalian inflasi di tahun yang akan datang," jelasnya.
Sementara itu inflasi secara tahunan 1,28%, relatif lebih rendah dari tahun lalu dan berdasarkan kelompok pengeluaran andil tertinggi dari kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil 0,51%. Ini disebabkan karena kenaikan harga emas perhiasan.
Kedua kelompok makanan minuman, dan tembakau dengan andil 0,22%, ketiga kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan andil 0,13%.
"Satu-satunya yang menyumbang deflasi 2024 ini adalah kelompok informasi komunikasi dan jasa keuangan andil deflasi 0,02%."
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini mengatakan pada Desember 2024 terjadi inflasi 0,44% secara bulanan atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,33 pada November 2024 menjadi 106,80 pada Desember 2024.
Sementara inflasi secara yoy dan ytd sebesar 1,57% pada Desember 2024, besarannya sama karena pembandingnya sama Desember tahun lalu. "Inflasi bulanan Desember 2024 lebih tinggi dibandingkan inflasi November 2024 dan juga inflasi Desember 2023," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Donald Trump Berlakukan Tarif Timbal Balik di Hari Pembebasan
- InJourney: Puncak Arus Balik di 37 Bandara di Indonesia pada 7 April 2025
- Tips Optimalisasi Memori iPhone 16
- Kebijakan WFA Buat Pergerakan Penumpang Kereta Lebih Merata
- Pemerintah Bakal Bangun Rumah Subsidi untuk Nakes, Guru, Nelayan, dan Wartawan
Advertisement

Hanya Rp11.600, Berikut Jadwal Angkutan Shuttle Rute Malioboro-Parangtritis
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Harga Cabai Semakin Pedas
- Tips Optimalisasi Memori iPhone 16
- Anggota DPR: Mudik 2025 Bukti Situasi Ekonomi di Indonesia Terkendali
- InJourney: Puncak Arus Balik di 37 Bandara di Indonesia pada 7 April 2025
- Donald Trump Berlakukan Tarif Timbal Balik di Hari Pembebasan
- Kepala Penelitian AI Meta Mendadak Mundur, Meta Platforms Inc Berisiko Kesulitan Bersaing dengan Kompetitor
- Okupansi Hotel di DIY Turun 20% Dibandingkan Lebaran Tahun Lalu
Advertisement
Advertisement