Advertisement
Libur Isra Miraj Dongkrak Okupansi Hotel DIY hingga 85 Persen
Deddy Pranowo. - Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA — Libur panjang Isra Miraj 2026 memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mencatat tingkat hunian hotel selama periode 15–17 Januari 2026 mampu menembus angka 70 hingga 85 persen.
Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono, mengatakan capaian tersebut melampaui target okupansi yang sebelumnya diproyeksikan sebesar 70 persen selama libur panjang.
Advertisement
"Periode 15-17 Januari rata-rata 70%-85%, alhamdulillah ini melebihi prediksi," ujarnya, Senin (19/1/2026).
Naik 20–40 Persen Dibanding Hari Biasa
BACA JUGA
Deddy menjelaskan, jika dibandingkan dengan hari biasa, okupansi hotel mengalami peningkatan signifikan, yakni di kisaran 20 hingga 40 persen. Menurutnya, salah satu pemicu lonjakan ini adalah adanya wisatawan yang belum sempat berlibur pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
"Rata-rata dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, Jawa Timur," lanjutnya.
Jalan Padat, Destinasi Wisata Ramai
Sementara itu, Humas DPD Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY, Iwan Sulistyanto, mengakui pihaknya tidak memiliki data kuantitatif resmi terkait lonjakan kunjungan wisata selama libur Isra Miraj. Namun, peningkatan aktivitas wisata dirasakan secara nyata di lapangan.
Ia menyebut kepadatan lalu lintas di berbagai ruas jalan, khususnya menuju kawasan wisata, menjadi indikator kuat meningkatnya arus wisatawan ke DIY.
Ia menjelaskan, beberapa faktor yang mendorong tingginya kunjungan antara lain libur panjang selama tiga hari, keberadaan jaringan tol yang semakin memudahkan akses ke Yogyakarta, serta pilihan sebagian wisatawan untuk berlibur di luar periode Nataru guna menghindari kemacetan ekstrem.
"Di libur Isra Miraj juga terjadi kemacetan, namun tidak separah libur Nataru kemarin. Destinasi wisata favorit dan yang lagi viral sangat terasa mengalami lonjakan yang berarti terutama wilayah Gunungkidul," ujarnya.
Menurut Iwan, wisatawan yang datang didominasi dari Jakarta dan Jawa Timur, namun juga tercatat berasal dari sejumlah daerah lain seperti Bali, Makassar, Lampung, hingga Bandung.
"Destinasi yang lagi viral seperti On The Rock, Pantai Drini, Obelix Sea View mengalami macet panjang menuju lokasi, namun destinasi seperti Candi Borobudur, Lava Tour, dan Ibarbo Park juga mengalami lonjakan kunjungan," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pemkab Gunungkidul Anggarkan Rp509 Juta untuk Percantik Kios Pedagang
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Kuota Impor Daging Sapi 2026 Dipangkas, Pengusaha Wanti-wanti PHK
- Emas Antam Melonjak Rp40.000, Harga Tembus Rp2,7 Juta per Gram
- Harga Cabai Rawit Merah Masih Tinggi, Telur Ayam Tembus Rp33.800
- Harga BBM di SPBU Pertamina, Shell, bp, dan Vivo Tetap Stabil
- IHSG Tembus Rekor Baru, Pasar Optimistis BI Tahan Suku Bunga
- Libur Isra Miraj Dongkrak Okupansi Hotel DIY hingga 85 Persen
Advertisement
Advertisement



