Advertisement
Harga Ayam Ras Melonjak, Mentan Bongkar Ulah Distributor Nakal
Ayam ras potong - Ilustrasi - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap fakta mengejutkan di balik melambungnya harga daging ayam ras yang kini mencekik kantong konsumen.
Berdasarkan temuan di lapangan, tingginya harga di pasar bukan disebabkan oleh minimnya produksi, melainkan akibat praktik distributor besar yang meraup keuntungan tidak wajar hingga mencapai 30 persen.
Advertisement
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa kenaikan margin yang sangat fantastis di tingkat spekulan atau middleman ini menjadi indikasi kuat adanya distorsi distribusi.
Amran menyebut kondisi ini sebagai bentuk permainan segelintir pihak yang sengaja memanfaatkan rantai pasok untuk mencari laba berlebih di atas penderitaan jutaan rakyat Indonesia.
BACA JUGA
“Ayam ras. Juga di tengahnya, 30% keuntungan di middleman-nya, distributor besarnya. Itu tadi sesuai laporan dari Sekjen Mendagri Pak Komjen Tomsi,” ujar Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Ia memastikan bahwa stok nasional saat ini sebenarnya dalam kondisi aman, sehingga kenaikan harga yang terjadi murni merupakan ulah oknum yang mencoba mempermainkan stabilitas pangan strategis.
Menyikapi temuan tersebut, pemerintah mendorong aparat penegak hukum (APH) di seluruh Indonesia, mulai dari Ditreskrimsus hingga Kasat Reskrim, untuk melakukan tindakan tegas secara pidana maupun perdata.
Amran menginstruksikan agar tidak ada ruang kompromi bagi siapa pun yang sengaja melanggar aturan distribusi pangan, meskipun kenaikan harga yang dilakukan tergolong kecil karena tetap memberatkan masyarakat luas.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata harga daging ayam ras pada akhir Februari 2026 telah melampaui harga acuan penjualan (HAP) sebesar Rp40.000 per kilogram.
Secara nasional, terjadi kenaikan sebesar 2,21 persen menjadi Rp41.013 per kilogram, dengan lonjakan paling ekstrem tercatat di wilayah Papua seperti Kabupaten Intan Jaya yang menyentuh angka Rp100.000 per kilogram.
Kenaikan harga ini terpantau meluas secara masif di 209 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, meningkat tajam dibandingkan awal bulan yang hanya terjadi di 124 daerah.
Pemerintah terus berupaya melakukan intervensi pasar agar harga kembali di bawah acuan, sembari memastikan setiap praktik spekulasi di jalur distribusi mendapatkan sanksi hukum yang setimpal guna menjaga daya beli masyarakat di berbagai wilayah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Bupati Abdul Halim Muslih Serahkan Paket Bantuan Sosial PPBMP
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Harga Emas Galeri24 dan UBS Kompak Melemah Hari Ini
- Emas Antam Anjlok, Cek Rincian Harga Terbaru
- Perang Timur Tengah Belum Ganggu Ekspor DIY, Disperindag Tetap Waspada
- Dolar AS Perkasa, Rupiah Melemah ke Level Rp16.930 Imbas Geopolitik
- Lantik Direktur Baru, LPS Pastikan Keamanan Dana Masyarakat Terjaga
- Perang Iran-Israel Memanas, Begini Nasib Pariwisata di Jogja
- Harga Ayam Ras Melonjak, Mentan Bongkar Ulah Distributor Nakal
Advertisement
Advertisement







