Bapanas Jamin Stok Pangan Nasional Aman Jelang Lebaran 2026
Bapanas jamin stok pangan aman jelang Lebaran 2026, ketersediaan beras nasional cukup untuk 10 bulan sehingga warga tak perlu panic buying.
Foto ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JAKARTA — Sebanyak 30.000 manajer Koperasi Desa/Kelurahan (KopDes/Kel) Merah Putih dijadwalkan mulai bertugas pada pekan pertama Agustus 2026. Mereka akan langsung ditempatkan di berbagai daerah usai menyelesaikan pelatihan bela negara dan pendidikan manajerial.
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, mengatakan seluruh calon manajer ditargetkan rampung mengikuti pelatihan pada awal Agustus. Penempatan akan dilakukan seiring dengan kesiapan infrastruktur seperti gudang, gerai, dan fasilitas pendukung lainnya.
“Awal Agustus pelatihan selesai, lalu langsung ditempatkan di seluruh KopDes/Kel Merah Putih bersamaan dengan selesainya pembangunan fisik dan kelengkapannya,” ujar Ferry dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta Selatan, Kamis (2/7/2026).
Ferry menjelaskan, penempatan manajer akan disesuaikan dengan daerah asal masing-masing peserta. Skema ini diharapkan dapat memperkuat pengelolaan koperasi berbasis lokal.
“Penempatan disesuaikan asal daerah, mulai bertugas minggu pertama Agustus,” katanya.
Ia menegaskan, kebutuhan manajer pada tahap awal tetap sebanyak 30.000 orang. Penambahan jumlah akan dilakukan secara bertahap seiring pengembangan program pada tahun berikutnya.
“Untuk tahap awal masih 30.000, selanjutnya akan bertambah mengikuti pembangunan fasilitas KopDes/Kel Merah Putih ke depan,” jelasnya.
Dalam mendukung kesiapan para manajer, Kementerian Koperasi telah menyiapkan 12 modul pelatihan. Materinya mencakup manajemen koperasi secara menyeluruh, mulai dari filosofi, regulasi, hingga praktik terbaik koperasi yang telah berkembang, termasuk yang berorientasi ekspor.
Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, menyebut pelatihan tersebut dirancang untuk mencetak manajer yang profesional dan mampu mengelola koperasi secara berkelanjutan.
“Materi ini menjadi bekal agar KopDes Merah Putih dapat dikelola secara profesional dan berkembang menjadi lembaga yang sehat serta menghasilkan keuntungan,” ujarnya.
Selain itu, peserta juga dibekali materi terkait kelembagaan, tata kelola, manajemen operasional, hingga digitalisasi koperasi, termasuk sistem pengelolaan yang akan digunakan saat bertugas di daerah.
Farida menambahkan, pelatihan tetap dilaksanakan di lokasi pendidikan dan pelatihan yang telah ada, dengan kurikulum dan pengajar di bawah koordinasi Kementerian Koperasi. Program ini akan ditutup dengan uji sertifikasi profesi bersama Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
“Ini untuk memastikan pelatihan tidak sekadar seremonial, tetapi benar-benar terstandar dan menghasilkan manajer bersertifikat,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Bapanas jamin stok pangan aman jelang Lebaran 2026, ketersediaan beras nasional cukup untuk 10 bulan sehingga warga tak perlu panic buying.
Realisasi pajak Sleman capai Rp611 miliar hingga Juni 2026. PBB-P2 tertinggi, pajak tambang masih rendah.
KPI 2026 resmi ditutup di Sleman dengan Janji Publik dan penguatan kolaborasi daerah untuk membangun pendidikan yang inklusif.
KPK menahan Direktur PT MSA Fika Nur Alawi dalam kasus suap Bupati Muara Enim. Kasus berkembang hingga dugaan pengondisian audit BPK.
Pemerintah targetkan 16.557 sekolah terakses internet pada 2026. Digitalisasi pendidikan dipercepat, fokus wilayah 3T.
Iran memperingatkan AS dan Israel agar tak memicu konflik jelang pemakaman Khamenei. Militer siap merespons setiap ancaman.